EKSPOSTIMES.COM– Suasana mencekam sempat melanda pesawat Lion Air rute Jakarta–Kualanamu, Sabtu (2/8/2025) malam, ketika seorang pria berinisial H (41) mendadak mengamuk dan berteriak ancaman bom saat pesawat bersiap lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Insiden mengejutkan itu terjadi sekitar pukul 18.15 WIB, saat pesawat jenis Boeing 737-900 MAX dengan registrasi PK-LRG tengah bergerak menuju landasan dari Terminal 1A. Teriakan H yang menyebut adanya bom sontak membuat panik awak kabin dan memaksa pilot untuk menghentikan proses keberangkatan.
“Terduga pelaku H langsung diamankan dan dibawa ke ruang OIC (Operation Integration Center) untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh petugas dari Otoritas Bandara,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ronald, kepada wartawan, Minggu (3/8/2025).
Akibat ulah H, seluruh penumpang yang jumlahnya mencapai ratusan orang harus diturunkan dari pesawat dan menjalani pemeriksaan ulang. Ketegangan tak terhindarkan. Sebagian penumpang terlihat syok dan ketakutan, sementara lainnya mengungsi ke ruang tunggu dengan wajah cemas.
Penerbangan pun tertunda selama beberapa jam. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan, Lion Air mengganti armada dengan pesawat Boeing 737-900ER PK-LSW guna melanjutkan penerbangan ke Bandara Kualanamu, Medan.
“Seluruh penumpang sudah diterbangkan dengan pesawat pengganti dalam kondisi aman,” tegas Ronald.
Baca Juga: B-2 Menghantam, Iran Terluka! Amerika Resmi Turun ke Medan Perang
Ancaman atau candaan terkait bom di pesawat bukan perkara sepele. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pelaku yang mengancam atau memberi informasi palsu soal bom bisa dijerat pidana penjara minimal 1 tahun.
Hukuman itu bahkan dapat diperberat hingga 8 tahun penjara apabila menyebabkan terganggunya operasional penerbangan secara signifikan.
Sementara motif H mengeluarkan teriakan ancaman tersebut belum diungkap secara resmi. Namun, pihak keamanan Bandara Soetta memastikan bahwa pria tersebut kini dalam proses penyelidikan intensif.
Ronald menambahkan bahwa situasi di Bandara Soekarno-Hatta kini telah kembali kondusif. Keamanan penerbangan dan area bandara tetap berada dalam pengawasan ketat petugas gabungan.
“Kami pastikan kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta aman dan operasional berjalan normal,” pungkasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa ancaman, bahkan dalam bentuk candaan, dapat berujung pada konsekuensi hukum serius dan menimbulkan keresahan massal. Ratusan penumpang menjadi korban penundaan hanya karena satu aksi sembrono yang mengguncang sistem penerbangan nasional. (*/tim)









