EKSPOSTIMES.COM- Udara di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terasa berbeda pagi itu. Sorot kamera, wajah-wajah serius para pejabat negara, dan suasana penuh wibawa mengiringi momen penting: Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara sebesar Rp13,25 triliun hasil perkara korupsi fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan.
Di tengah suasana khidmat itu, Presiden Prabowo Subianto tampil tegas namun berwibawa. Dengan nada suara yang bergetar oleh ketulusan, ia menyampaikan pesan mendalam: penegakan hukum tidak boleh hanya keras, tapi juga harus berkeadilan dan berhati nurani.
“Berbuatlah yang terbaik untuk bangsa, negara, dan rakyatmu. Harta yang didapat dengan cara mengorbankan rakyat itu haram. Rezeki yang tidak baik, ujungnya akan membawa ketidakbaikan bagi siapa pun dan keluarganya,” ujar Presiden dengan nada tegas yang menggema di ruang utama Kejaksaan Agung.
Kepala Negara menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kejaksaan Agung atas keberhasilannya mengembalikan kerugian negara dalam kasus korupsi besar tersebut. Namun, ia juga memberi peringatan agar semangat penegakan hukum tidak kehilangan arah kemanusiaan.
Baca Juga: Dana Hibah KPU Tanjungbalai Disorot, Kejaksaan Bongkar Dugaan Korupsi Miliaran
“Penegak hukum harus punya hati. Jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu zolim, itu angkara murka. Orang kecil, orang lemah harus dibela, harus dibantu,” ucap Presiden, disambut tepuk tangan para pejabat yang hadir.
Presiden Prabowo menegaskan, hukum adalah pilar keadilan sosial yang tidak boleh diintervensi oleh kekuasaan maupun kepentingan ekonomi. Ia menyoroti fenomena pengusaha-pengusaha serakah yang kerap menipu negara melalui celah hukum dan praktik kecurangan bisnis.
“Kalau mereka menganggap bisa menipu terus-menerus bangsa sebesar Indonesia, kita akan buktikan bahwa negara ini masih kuat, masih berdaulat, dan akan menegakkan keadilan demi rakyat,” tegasnya penuh keyakinan.
Penyerahan uang pengganti kerugian negara senilai Rp13,25 triliun ini, menurut Presiden, menjadi simbol komitmen Pemerintah dalam memulihkan kepercayaan publik terhadap hukum dan keuangan negara. Ia juga menyebut momentum tersebut sebagai pertanda baik bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahannya.
“Bangsa Indonesia sangat kaya. Kalau kita kelola dengan baik, dengan keberanian dan kejujuran, Indonesia akan cepat bangkit. Saya percaya itu, saya yakin itu,” pungkas Presiden Prabowo dengan nada optimistis yang menutup sambutannya.
Momen di Kejaksaan Agung itu bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah pesan moral dari seorang Presiden kepada bangsa, hukum harus berpihak kepada rakyat, dan keadilan sejati lahir dari hati yang bersih. (Lian)












