Nasional

Mentan Amran Sulaiman Libatkan TNI Kawal Hilirisasi Hortikultura, Menuju Episentrum Ekonomi Baru Indonesia

×

Mentan Amran Sulaiman Libatkan TNI Kawal Hilirisasi Hortikultura, Menuju Episentrum Ekonomi Baru Indonesia

Sebarkan artikel ini
Stok beras nasional Indonesia tembus 3,18 juta ton, rekor tertinggi dalam 23 tahun
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

EKSPOSTIMES.COM – Sebuah langkah besar dalam sejarah pertanian Indonesia kembali digagas Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Ia menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan dilibatkan secara aktif dalam mengawal sektor perkebunan hortikultura, khususnya dalam proses hilirisasi yang tengah digenjot pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Amran seusai meninjau Batalyon Teritorial Pembangunan Yonif TP 843/Patriot Yudha Vikasa (PYV) di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025). Lokasi tersebut menjadi simbol nyata integrasi pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan yang dirancang dengan konsep modern dan berkelanjutan.

“Baru saja kita melihat pertanian yang terintegrasi pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Ini gagasan besar Pak Menhan yang luar biasa. Dampaknya untuk Republik Indonesia sangat besar. Kenapa? Karena ini nanti akan menjadi episentrum ekonomi baru. Resonansinya akan menyebar ke seluruh Indonesia, dan petani-petani sekitarnya pasti ikut terangkat,” tegas Amran.

Dalam kesempatan itu, Amran juga menuturkan bahwa pihaknya telah memohon dukungan kepada Menteri Pertahanan agar TNI menjadi pengawal langsung hilirisasi hortikultura di masa depan. Langkah ini bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga simbol kuat sinergi antar lembaga negara demi kemandirian pangan dan peningkatan nilai tambah sektor pertanian.

“Kami sudah memohon kepada Pak Menhan agar perkebunan hortikultura di pertanian yang akan datang, yang kita hilirisasi, itu dikawal oleh TNI,” lanjutnya penuh keyakinan.

Baca Juga: Skandal Beras Nyaris Rp100 Triliun: Konsumen Jadi Korban, Kementan Bongkar Ketimpangan Mutu dan Harga

Amran meyakini kehadiran Batalyon Pembangunan seperti yang dikelola Yonif TP 843/PYV akan menjadi contoh nyata sekaligus model percontohan yang bisa diterapkan di berbagai daerah. Dengan adanya pasukan terlatih yang disiplin, sistematis, dan berorientasi hasil, sektor pertanian Indonesia diyakini akan melesat menuju era baru yang lebih produktif dan berdaya saing global.

“Dengan Batalyon Pembangunan, ini bisa menjadi contoh menarik untuk sektor pertanian. Kita jadikan episentrum ekonomi baru yang akan mengangkat kesejahteraan petani dan masyarakat,” tambah Amran.

Langkah ini dipandang sebagai sinergi strategis antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertahanan, yang bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mengukuhkan pertanian sebagai pilar utama pembangunan nasional. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d