Olahraga

Menang Tapi Tersingkir, Atletico Madrid Alami Malam Pahit di California

×

Menang Tapi Tersingkir, Atletico Madrid Alami Malam Pahit di California

Sebarkan artikel ini
Antoine Griezmann mencetak gol kemenangan Atletico Madrid ke gawang Botafogo dalam laga grup Piala Dunia Antarklub 2025 di Rose Bowl.
Jefferson Savarino (Botafogo) dan Julian Alvarez (Atletico Madrid) berebut bola dalam laga Club World Cup Grup B antara Atletico Madrid dan Botafogo

EKSPOSTIMES.COM- Dalam sepak bola, tidak semua kemenangan berarti bahagia. Dan Atletico Madrid malam ini adalah saksi nyata betapa pedihnya menang namun tetap tersingkir. Meski menundukkan Botafogo 1-0 berkat gol telat Antoine Griezmann, klub asuhan Diego Simeone harus angkat koper dari Piala Dunia Antarklub 2025 secara dramatis.

Bertanding di bawah gemerlap stadion Rose Bowl, Selasa (23/6) dini hari WIB, Atletico tampil penuh semangat. Namun, nasib berkata lain. Mereka mengoleksi enam poin jumlah yang sama dengan Botafogo. Tapi selisih gol berbicara lebih lantang daripada semangat juang Botafogo +1, Atletico -1. Hanya itu yang memisahkan mereka dari fase knockout.

Baca Juga: PSG Bungkam Seattle di Laga Dramatis, Amankan Tiket ke 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025

Pertandingan dimulai dengan ritme tinggi, tetapi dominasi awal justru datang dari tim Brasil. Botafogo nyaris membuka keunggulan lewat Jefferson Savarino di menit ke-10. Tembakan kerasnya berhasil ditepis Jan Oblak dalam aksi refleks yang menakjubkan.

Serangan terus datang. Artur mengancam dari luar kotak penalti, namun sepakannya hanya menyentuh angin malam California.

Atletico tak tinggal diam. Sorloth, Gallagher, dan Barrios mencoba membalas, tapi upaya mereka seperti beradu dengan tembok keras, tapi tak berbuah.

Peluang terbaik datang di menit ke-41. Julian Alvarez, nyaris membawa Atletico unggul, namun tendangannya melenceng tipis. Bahkan ketika VAR sempat meninjau potensi penalti untuk Atletico, harapan itu buyar tak ada hadiah dari wasit.

Perubahan besar datang di awal babak kedua. Antoine Griezmann masuk, dan permainan Atletico berubah total. Mereka lebih menggigit, lebih menyerang. Giuliano Simeone dan Marcos Llorente memanaskan kotak penalti Botafogo, namun belum membuahkan hasil.

Ketegangan makin memuncak setelah insiden dorong-dorongan antar pemain. Atmosfer panas Rose Bowl berubah seperti panci tekanan tinggi. Griezmann nyaris mencetak gol di menit ke-59, tapi tembakannya melayang.

Oblak kembali menjadi pahlawan saat mementahkan tembakan keras dari Igor Jesus di menit ke-67. Sementara itu, waktu terus berdetik, dan asa Atletico semakin menipis.

Lalu datanglah momen yang tampak akan menyelamatkan semuanya. Menit ke-87, Julian Alvarez mengirim umpan mendatar ke Griezmann, sang ikon, menyambutnya dengan sepakan kaki kiri yang dingin, tepat, dan mematikan. Gol! 1-0 untuk Atletico. Namun itu belum cukup.

Atletico butuh satu gol lagi untuk menyalip selisih gol Botafogo. Serangan dilancarkan bertubi-tubi, gelombang merah-putih menghantam pertahanan tim Brasil. Namun Botafogo bertahan bak tembok baja. Tiap umpan, tiap sepakan, dipatahkan dengan kedisiplinan sempurna.

Baca Juga: Piala Dunia Antarklub 2025: Main dengan 10 Orang, Real Madrid Bungkam Pachuca 3-1

Peluit panjang pun berbunyi. Para pemain Atletico tertunduk. Mereka menang, tapi kalah dalam hitung-hitungan. Botafogo yang kalah justru tersenyum sebagai tim yang melangkah ke babak 16 besar.

Sepak bola tidak selalu soal siapa yang mencetak gol terbanyak malam ini, tapi siapa yang mencetak cukup gol sepanjang turnamen. Dan Atletico Madrid, meski penuh determinasi dan karakter, harus pulang lebih awal meninggalkan kenangan pahit di tanah Amerika. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d