EKSPOSTIMES.COM- Dunia fesyen kembali gempar usai penampilan mengejutkan Lisa BLACKPINK dalam debutnya di Met Gala 2025. Ajang tahunan paling bergengsi di jagat mode ini digelar pada Senin, 5 Mei, di Metropolitan Museum of Art, New York, dengan tema “Superfine: Tailoring Black Style” dan dress code “Tailored For You.”
Kehadiran Lisa menjadi sorotan utama. Idol asal Thailand ini menandai kehadirannya dengan busana kontroversial yang langsung menciptakan gelombang diskusi di media sosial. Mengenakan setelan eksperimental dari Louis Vuitton, Lisa tampil dengan celana ketat bermotif, blazer oversized, dan bodysuit tembus pandang yang disulam potret tokoh legendaris hak sipil, Rosa Parks, sebuah karya seni kolaboratif bersama seniman kulit hitam ternama, Henry Taylor.
Baca Juga: Blake Lively Tampil Memesona dengan Tas Pizza Rp91 Juta, Ternyata Simbol Rahasia Film Terbarunya
Yang membuat penampilan Lisa menuai perhatian lebih adalah keputusannya untuk tidak memakai pakaian dalam, mengikuti tren underwear as outerwear yang tengah ramai di kalangan selebritas global. Keberanian ini dianggap sebagian netizen sebagai bentuk ekspresi seni yang mendalam, sejalan dengan semangat Met Gala yang selalu mengusung kebebasan dan narasi personal dalam busana.
“Lisa tidak sekadar berpakaian. Ia membawa cerita, sejarah, dan keberanian dalam satu penampilan,” tulis seorang pengguna X (sebelumnya Twitter), memuji Lisa atas keberaniannya menampilkan busana yang bermakna.
Namun, tidak semua pihak setuju. Beberapa kalangan menilai pemilihan lokasi sulaman Rosa Parks di bagian tubuh tertentu sebagai tindakan yang menyinggung. Kritik pun mengalir, menyebut penampilan itu sebagai vulgar dan kurang pantas, mengingat nilai historis dari sosok Rosa Parks dalam perjuangan hak sipil Amerika.
“Simbol perjuangan tidak seharusnya ditempatkan di area tubuh yang sensitif. Ini soal rasa hormat, bukan hanya seni,” tulis salah satu komentar di forum Reddit.
Perdebatan ini memunculkan diskusi lebih luas tentang batas antara ekspresi seni dan penghormatan terhadap tokoh sejarah. Para pakar mode ikut memberikan pandangan. Seorang kritikus dari Vogue Korea menilai, penampilan Lisa justru berhasil membuka percakapan penting.
“Fesyen bukan hanya tentang visual. Ini tentang pesan, konteks, dan keberanian menyampaikan isu yang seringkali tabu,” ujarnya.
Dengan langkah penuh percaya diri di karpet biru Met Gala, Lisa tidak hanya memperkenalkan K-pop pada panggung mode tertinggi dunia, tapi juga memantik diskusi mendalam tentang representasi, seni, dan penghormatan budaya.
Meski dikelilingi kontroversi, penampilannya tetap dikenang sebagai salah satu momen paling ikonik tahun ini, membuktikan bahwa Lisa bukan sekadar bintang pop, tapi juga pionir dalam menggoyang batas konvensi lewat dunia mode. (tim)








