EKSPOSTIMES.COM – Dalam dunia mode yang terus berkembang, hanya sedikit nama yang mampu menyulut percikan imajinasi seperti Asher Levine.
Desainer yang berbasis di Los Angeles ini telah dikenal sebagai arsitek busana futuristik untuk ikon-ikon besar seperti Lady Gaga, Doja Cat, hingga Lil Nas X.
Namun, salah satu kolaborasi terbarunya dengan Lisa BLACKPINK untuk debut solo Coachella telah menandai tonggak baru dalam perjalanan kreatifnya.
Bukan hanya sekadar membuat kostum, Levine menciptakan makhluk. Karyanya adalah dunia alternatif mungkin dunia berikutnya di mana busana tidak hanya dikenakan, tapi dirasakan, dialami, dan diceritakan.
Levine mengungkapkan bagaimana ia membawa “Alter Ego” Lisa ke panggung Coachella lewat dua tampilan dramatis: satu berkostum reptil eksotis, satu lagi menyerupai makhluk bioluminesen dari mimpi.
“Proyek ini adalah tentang transformasi. Bukan hanya dari segi fisik, tapi juga naratif. Kita membangun karakter, momen, dan perasaan lewat busana.”
Kolaborasi itu bermula dari percakapan dengan penata gaya Lisa, Brett Alan Nelson. Referensi yang dibawa tim Lisa visual berani yang bernuansa alam dan makhluk hibrida langsung terasa selaras dengan estetika Levine. Keterlibatan ini bukan perkara mendandani seorang bintang pop, melainkan menciptakan narasi performatif di atas panggung.
Desain pertama, yang ia juluki sebagai “penjahat reptil,” memanfaatkan teknik kulit eksotis 3D yang telah ia kembangkan selama lebih dari satu dekade. Tampilan itu adalah gabungan antara pahatan dan ilusi permukaan yang tampak seperti sisik alien, namun lentur dan menyatu dengan gerakan tubuh.
Untuk tampilan kedua, “Mimpi Sunni,” Levine menciptakan efek bioluminesensi internal, lengkap dengan sulur-sulur seperti kaca dan elemen UV yang bercahaya dalam gelap.
“Seluruh studio saya terlibat, dari pencetakan 3D hingga penyusunan tekstur manual. Kami hanya punya enam minggu. Tapi ketika energinya selaras, keajaiban bisa terjadi dalam waktu sesingkat itu.” jelasnya dilansir dari Allkpop
Menyeimbangkan keindahan avant-garde dengan fungsionalitas panggung bukan perkara mudah. Bagi Levine, proses itu serupa dengan “merekayasa gerakan menjadi seni pahat.” Pakaian harus lentur namun kokoh, bisa bernapas sekaligus bercerita.
Salah satu momen paling berkesan baginya terjadi di belakang layar saat gladi bersih. Lisa sempat bertemu dengan iguana peliharaan Levine, Lenore, yang dijadikan referensi visual untuk kostum reptil.
Baca Juga: Jejak Uang Palsu Artis Sekar Arum di Mal Kemang, Polisi Buru Sosok Misterius yang Disebut Teman
“Aku bercanda ingin membawanya. Tapi akhirnya benar-benar aku bawa. Lenore bahkan sempat menunggang di punggung Lisa. Itu seperti momen crossover antara inspirasi dan sang bintang,” kenangnya.
Levine menyebut proyek ini sebagai salah satu titik balik dalam kariernya. Kolaborasi yang penuh kepercayaan, ritme yang intens, dan hasil akhir yang “memiliki denyut nadi” menjadi penegasan kembali tentang bagaimana busana bisa menjadi bahasa yang lebih dalam daripada sekadar gaya.
Baginya, masa depan mode adalah ekspresi identitas yang belum sepenuhnya terwujud dalam bentuk fisik.
“Saya ingin membantu membuka alter ego alien dalam diri setiap orang,” katanya, sambil menyebut peluncuran Alien Gel Bag sebagai langkah terbaru dalam misinya memperluas batas-batas ekspresi diri melalui material baru dan bentuk tak terduga.
Dengan visi yang menggabungkan sains, seni, dan imajinasi, Asher Levine bukan hanya menciptakan busana. Ia sedang membentuk masa depan. Dan di Coachella kemarin, bersama Lisa, kita semua sempat mengintip sekilas seperti apa wujud masa depan itu menakjubkan, aneh, dan penuh cahaya.
(Alkp/tim)








