EKSPOSTIMES.COM– Istana Kepresidenan RI memberikan klarifikasi resmi terkait minuman yang dikonsumsi Presiden Prabowo Subianto saat melakukan prosesi bersulang (toast) bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam jamuan makan malam kenegaraan di Istana Negara, Rabu malam (28/5).
Spekulasi di media sosial yang mempertanyakan apakah Presiden Prabowo menenggak minuman beralkohol seperti wine dalam prosesi kenegaraan itu dijawab lugas oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Ia memastikan, minuman tersebut adalah sparkling apple cider nonalkohol.
“Oh, itu sparkling apple cider, 100 persen jus. Bukan wine ya, dan tidak mengandung alkohol,” kata Teddy kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/5).
Baca Juga: Albanese Pilih Indonesia sebagai Lawatan Pertama Usai Terpilih Kembali
Teddy menegaskan, minuman tersebut memang sengaja dipilih sebagai simbol penghormatan dalam prosesi bersulang karena tidak mengandung alkohol.
“Itu memang yang dipilih buat toast karena nonalkohol,” tambahnya.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, juga membenarkan hal tersebut. Ia memastikan bahwa Istana Kepresidenan RI tidak menyediakan minuman beralkohol dalam jamuan makan malam tersebut.
“Kami informasikan bahwa yang diminum beliau (Presiden Prabowo, red.) adalah sari apel. Istana tidak menyediakan minuman beralkohol,” tegas Yusuf.
Yusuf menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas perhatian dan kepedulian terhadap konsumsi makanan dan minuman oleh pimpinan negara dalam acara resmi.
“Kami sangat berterima kasih dan menghargai perhatian serta kepedulian masyarakat,” ujarnya.
Minuman yang digunakan dalam prosesi toast itu diketahui merupakan Martinelli’s Gold Medal Sparkling Cider, sari apel berbuih nonalkohol produksi Amerika Serikat yang telah dikenal luas sejak tahun 1868.
Dalam momen makan malam kenegaraan itu, Presiden Prabowo dan Presiden Macron saling mengangkat gelas berisi sparkling apple cider sebagai simbol penghormatan dan persahabatan kedua negara. Presiden Macron bahkan turut mengajak para tamu bersulang untuk mempererat hubungan bilateral Prancis–Indonesia.
Namun, warna cokelat terang dan buih pada minuman dalam gelas Presiden Prabowo sempat memicu salah tafsir di media sosial, seolah menyerupai wine. Hal inilah yang kemudian memicu klarifikasi resmi dari pihak Istana.
Baca Juga: Suara Vatikan Menggema: Saat Paus Baru dan Macron Menyatu Demi Dunia yang Terluka
Jamuan makan malam kenegaraan itu juga menyuguhkan empat sajian khas Indonesia yang menggambarkan kekayaan kuliner nusantara. Dimulai dari sari laut Jimbaran sebagai hidangan pembuka, dilanjutkan dengan soto Banjar sebagai sup, kemudian daging sapi Maranggi sebagai hidangan utama, dan ditutup dengan kopi serta cokelat sebagai pencuci mulut.
Untuk minuman pendamping, disajikan air mineral, jus jeruk, jus jambu biji (guava), kopi, dan teh seluruhnya tanpa kandungan alkohol.
Kehadiran Presiden Emmanuel Macron di Indonesia merupakan bagian dari kunjungan balasan setelah pertemuan bilateral sebelumnya. Hubungan Prancis dan Indonesia terus menguat dalam berbagai sektor, termasuk pertahanan, energi, dan pendidikan. (*/tim)













