EKSPOSTIMES.COM- Barisan perempuan tangguh dari seluruh penjuru negeri kini bergerak serentak. Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) resmi melantik pengurus pusat periode 2024–2029 dalam sebuah seremoni nasional bertema “Mewujudkan Percepatan Asta Cita melalui Visi dan Misi FPPI” di Ruang Serbaguna Padang Golf Pangkalan Jati, Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Pelantikan ini menjadi penegasan bahwa gerakan perempuan kini bukan hanya hadir sebagai pengisi ruang partisipasi, tetapi juga sebagai pilar penting dalam menopang dan menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama di bidang kesetaraan gender, pendidikan, hukum, HAM, hingga pertanian.
Ketua Umum FPPI, Dr. Hj. Marlinda Irwanti, SE., M.Si., menegaskan bahwa FPPI adalah organisasi non-partai yang inklusif dan lintas identitas, namun memiliki semangat dan arah perjuangan yang selaras dengan program nasional Prabowo.
“Kami lahir dari perempuan, untuk perempuan, dan berjuang demi kepentingan perempuan Indonesia. Asta Cita adalah cita-cita kita semua, terutama soal kesetaraan gender di semua lini,” tegas Marlinda, Kamis (17/7).
Saat ini, FPPI telah hadir di 25 provinsi dengan 300 DPC aktif, dan Marlinda menargetkan tahun 2025 FPPI akan menjangkau seluruh 38 provinsi di Indonesia. Ia juga menyuarakan pentingnya kaderisasi untuk melahirkan generasi baru perempuan pemimpin yang cakap dan progresif.
“Saya bangga ibu-ibu mau menjadi pengurus FPPI. Ini adalah kerja besar yang luar biasa. Tapi kami tidak bisa jalan sendiri. Kolaborasi dan dukungan adalah kunci,” tegasnya.
Wakil Ketua FPPI, Dr. Hj. Arzeti Bilbina, SE., M.A.P., yang juga anggota Komisi IX DPR RI, turut memberikan apresiasi tinggi atas semangat dan kekompakan para kader FPPI yang kini berusia 16 tahun.
“FPPI memberi ruang aman dan rasa terlindungi bagi perempuan. Dalam realita sosial yang masih penuh stigma, perempuan kini punya tempat untuk bersuara dan bergerak,” ujar Arzeti.
Ia juga menilai kehadiran negara kini mulai terasa nyata dalam berbagai sektor yang menyangkut kepentingan perempuan.
Acara pelantikan ini juga diisi dengan Sosialisasi Program Jaminan Sosial Kesehatan, serta dihadiri sejumlah tokoh penting nasional seperti Komjen Pol (Purn.) Drs. Budi Waseso, S.H, Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si, Dirjen Polpum Kemendagri, Dr. Drs. Bahtiar, M.Si, Ketua Umum Kowani, serta Perwakilan DPD FPPI dari Aceh, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Pelantikan ditandai dengan pembacaan SK oleh Sekjen FPPI Hanny Hendranny, S.Sos., NLP, penyerahan Pataka oleh Dirjen Polpum, serta penandatanganan MoU antara FPPI dengan BNN Irjen Pol Agus Irianto dan BKKBN. (lian)













