Nasional

Dukung Produk Lokal dan UMKM, Pemerintah Kembali Gelar Harbolnas 2025 dengan Target Rp35 Triliun

×

Dukung Produk Lokal dan UMKM, Pemerintah Kembali Gelar Harbolnas 2025 dengan Target Rp35 Triliun

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

EKSPOSTIMES.COM– Fundamental ekonomi Indonesia memasuki paruh kedua tahun 2025 dengan pondasi yang kian solid. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi rendah di angka 2,31%, serta indeks keyakinan konsumen (IKK) yang terus berada di zona optimis. Di tengah lanskap positif ini, pemerintah kembali meluncurkan program belanja tahunan paling dinanti: Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025.

Dengan menggandeng Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Perdagangan resmi mengumumkan road to Harbolnas 2025 di Graha Sawala Kemenko Perekonomian, Senin (8/9).

“Harbolnas bukan sekadar pesta diskon, tapi momentum penting mendorong UMKM. Kelas menengah kita perlu diperkuat melalui ekosistem digital: produsen, pipeline e-commerce, hingga konsumen. Semua harus bergerak bersama,” tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Tahun ini, Harbolnas mengusung tagline “Nyatakan Cinta Nusantara”. Pesannya jelas: cintai produk Indonesia, pilih karya anak bangsa, dan jadikan belanja online sebagai gerakan kebanggaan nasional.

Baca Juga: 70 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi Juli 2025, Menko Pangan: Percepat Rantai Pasok Kota-Desa

Sejak pertama digelar pada 2012, Harbolnas sudah menjadi barometer ekonomi digital Indonesia. Capaian tahun 2024 membuktikan pengaruhnya: transaksi melonjak Rp31,2 triliun, naik 21,4% dari tahun sebelumnya. Produk lokal mendominasi dengan kontribusi Rp16,1 triliun, sementara partisipasi UMKM meroket berkat kampanye Bangga Buatan Indonesia.

Tahun ini, pemerintah menargetkan transaksi lebih besar lagi: Rp33–35 triliun. Dari angka itu, kontribusi produk lokal diproyeksikan mencapai 50–55% atau sekitar Rp17–18 triliun. Angka yang bukan sekadar statistik, tetapi harapan nyata bagi jutaan UMKM yang menopang ekonomi bangsa.

Airlangga juga menyinggung masa depan ekonomi digital Indonesia yang kian menjanjikan. Dengan proyeksi Gross Merchandise Value (GMV) USD360 miliar pada 2030, Indonesia berpotensi menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Bahkan, integrasi pembayaran lintas negara lewat QRIS diyakini akan mempercepat perdagangan intra-ASEAN.

Puncak Harbolnas dijadwalkan pada 10–16 Desember 2025. Selama sepekan, konsumen akan disuguhi promo besar-besaran, showcase produk unggulan UMKM, hingga kampanye kreatif yang mengajak masyarakat memilih produk lokal.

Acara peluncuran turut dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Koordinasi Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, serta Ketua Umum idEA Hilmi Adrianto.

Dengan semangat kebersamaan, Harbolnas 2025 diharapkan tak hanya menjadi festival belanja, tapi juga gerakan kolektif: menjadikan ekonomi digital Indonesia tumbuh inklusif, berdaulat, dan membanggakan. (Lian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *