EKSPOSTIMES.COM- Dalang di balik insiden pembunuhan Jessie Christo Kalangie (22), dalam sebuah pesta minuman keras di Langowan terungkap. Dibeberkan Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R Simbar, S.I.K., dan Kasat Reskrim AKP Edy Susanto, S.Sos., korban Jessie, tewas secara mengenaskan setelah ditikam lebih dari 20 kali oleh dua temannya sendiri.
Kejadian itu dipicu dendam ditambah emosi tak terkendali di bawah pengaruh alkohol. Saat ini, Laurel Bawohan (20) dan Swingli Sangi (17), kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh jajaran Satreskrim Polres Minahasa.
“Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu sore, 6 April 2025, di Desa Karumenga, Kecamatan Langowan Utara. Insiden berawal dari pesta miras yang melibatkan campuran cap tikus, susu, dan air putih,” kata Kapolres dalam keterangan pers, Rabu (9/4).
Dalam pesta miras lanjut Kapolres, datang korban dalam keadaan mabuk berat dan membawa senjata tajam. Di tengah suasana itu, ia sempat memukul dan meludahi tersangka Swingli.
Sontak, aksi ini langsung menyulut emosi, hingga akhirnya Laurel dan Swingli secara brutal menyerang korban dengan senjata tajam yang sudah mereka bawa.
“Korban mengalami lebih dari 20 luka tusuk. Ia sempat mencoba melarikan diri, namun dikejar dan kembali ditikam hingga meninggal dunia di tempat,” tambah Kasat Reskrim.
Barang bukti berupa dua bilah pisau berhasil diamankan. Para tersangka kini dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider pasal 338, dan lebih subsider pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.
“Ancaman hukuman maksimal adalah pidana mati atau penjara seumur hidup,” sebut Kasat Reskrim.
Karena salah satu tersangka masih di bawah umur, proses hukum terhadap Swingli akan mengikuti prosedur dalam UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Hingga kini, polisi telah memeriksa enam orang saksi dan akan melanjutkan penyidikan secara transparan, termasuk pelaksanaan rekonstruksi kejadian untuk menguatkan kronologi.
Kasat Reskrim memberikan peringatan keras kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terjebak dalam pengaruh alkohol dan emosi sesaat.
“Kejadian ini menjadi pelajaran pahit. Alkohol dan dendam adalah kombinasi berbahaya yang bisa mengubah pertemanan menjadi tragedi berdarah,” tandas Kasat Reskrim. (riz)













