Dari Markas Marinir, Lahir Komitmen Membentuk Generasi Kesatria Indonesia
EKSPOSTIMES.COM- Di balik kokohnya dinding Markas Komando Korps Marinir, Jakarta Pusat, semangat kebangsaan menyatu dalam pertemuan dua tokoh strategis negeri ini. Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi menerima kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Senin (30/6/2025), dalam suasana penuh kehormatan dan tekad membangun masa depan bangsa.
Pertemuan berlangsung di Admiral Room, Gedung Utama Mako Kormar, Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun ruang yang selama ini menyimpan banyak keputusan penting pertahanan negara.
Kali ini, ruangan itu menjadi saksi bagi sebuah pertemuan lintas institusi, saat kekuatan militer dan kekuatan sipil duduk bersama, sepakat untuk satu hal: mencetak generasi kesatria bagi Indonesia.
Didampingi oleh Wadan Kormar Brigjen TNI (Mar) Muhammad Nadir, Ir Kormar Brigjen TNI (Mar) Ahmad Fajar, serta jajaran perwira tinggi Marinir, Dankormar menyampaikan bahwa Korps Marinir siap menyambut kolaborasi dalam bentuk apa pun untuk kemajuan rakyat, termasuk di sektor pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda.
“Kunjungan ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi dan sinergitas antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Korps Marinir. Korps Marinir siap dan akan selalu hadir di setiap palagan, mendukung dan membantu bangsa serta masyarakat Indonesia,” tegas Mayjen Endi Supardi, dengan aura kepemimpinan yang tegas namun penuh kehangatan.
Gubernur Dedi Mulyadi, didampingi Sekda Jabar Herman Suryatman dan jajaran kepala dinas, menegaskan urgensi membangun Jawa Barat dari fondasi karakter. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa tantangan sosial yang dihadapi generasi muda membutuhkan peran aktif semua elemen termasuk TNI, khususnya Marinir dalam membentuk jiwa nasionalis, tangguh, dan berintegritas.
“Kami tidak ingin anak-anak muda Jawa Barat hanya cakap akademik, tapi juga lemah semangat juangnya. Kami butuh mitra strategis untuk membentuk karakter kesatria. Korps Marinir adalah teladan dalam hal itu,” tutur Kang Dedi.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni protokoler. Di balik jabat tangan dan sambutan hangat, terbentuk fondasi kerja sama lintas sektoral yang langka dan kuat. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan program nyata dalam pembinaan pelajar, pelatihan bela negara, hingga penguatan karakter Pancasila di kalangan remaja Jawa Barat daerah dengan populasi terbesar di Indonesia.
Menutup kegiatan, Dankormar kembali menegaskan komitmennya: “Mari kita bersama-sama berkolaborasi membangun Indonesia yang lebih baik, khususnya Jawa Barat, melalui generasi penerus bangsa.”
Ketika tentara dan pemerintah daerah duduk sejajar, yang dibicarakan bukan hanya soal anggaran atau prosedur. Mereka bicara masa depan. Mereka bicara tentang anak-anak bangsa yang kelak akan berdiri gagah bukan hanya dengan ijazah, tapi juga dengan karakter kesatria.
Dan dari ruangan itu, dari tengah Jakarta, sebuah harapan dilahirkan: bahwa masa depan Indonesia dapat dibentuk lewat sinergi, disiplin, dan cinta Tanah Air. (*/AL)













