EKSPOSTIMES.COM- Borussia Mönchengladbach harus menelan kekalahan menyakitkan di kandang sendiri setelah Augsburg menghancurkan mereka dengan skor telak 3-0. Penampilan luar biasa di babak kedua, dipimpin oleh hat-trick brilian Alexis Claude-Maurice, membuat tim tamu semakin kokoh dalam tren positif mereka.
Sementara itu, Gladbach harus menyesali kartu merah awal yang diterima kiper Jonas Omlin, yang menjadi titik balik pertandingan.
Laga di Borussia-Park sejatinya dimulai dengan tempo tinggi, dengan kedua tim saling menyerang dan menciptakan peluang. Namun, momentum berubah drastis pada menit ke-28 ketika Omlin melakukan pelanggaran keras di luar kotak penalti terhadap Fredrik Jensen.
Wasit tak ragu mengeluarkan kartu merah langsung, memaksa Gerardo Seoane untuk memasukkan kiper pilihan ketiga Tobias Sippel, karena Moritz Nicolas sedang cedera.
Meski bermain dengan 10 orang, Gladbach menunjukkan semangat juang tinggi. Finn Dahmen, kiper Augsburg, menjadi tembok kokoh dengan beberapa penyelamatan spektakuler. Puncaknya terjadi pada menit ke-36 ketika ia menggagalkan tiga peluang beruntun dari Ko Itakura, Joe Scally, dan Nico Elvedi. Babak pertama berakhir tanpa gol, tetapi Augsburg tampak semakin siap untuk mengambil alih pertandingan.
Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Augsburg langsung tancap gas di babak kedua. Claude-Maurice menjadi bintang utama dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-55. Berawal dari umpan matang Jeffrey Gouweleeuw, pemain Prancis itu dengan dingin menaklukkan Sippel, memberi Augsburg keunggulan yang layak.
Enam menit berselang, Claude-Maurice kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, ia melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti yang mengejutkan Sippel, membuat kedudukan menjadi 2-0. Gol ini semakin menghancurkan mental tuan rumah yang sudah kepayahan bermain dengan 10 orang.
Puncak dominasi Augsburg terjadi pada menit ke-70 ketika Claude-Maurice melengkapi hat-trick sempurnanya. Dengan gerakan kaki yang apik di dalam kotak penalti, ia melepaskan tembakan ke sudut gawang yang tak mampu dijangkau Sippel. Gol ini tidak hanya memastikan kemenangan Augsburg, tetapi juga menorehkan sejarah sebagai hat-trick sempurna pertama yang dicetak pemain Augsburg di Bundesliga.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Augsburg menjadi tujuh pertandingan, mengukuhkan status mereka sebagai salah satu tim paling konsisten saat ini. Sebaliknya, Gladbach harus segera berbenah jika masih ingin bersaing di papan atas.
Penampilan Claude-Maurice menjadi sorotan utama. Hat-trick yang ia cetak menunjukkan berbagai aspek keahliannya ketenangan dalam penyelesaian, akurasi tembakan jarak jauh, dan kelincahan dalam situasi satu lawan satu. Dengan performa seperti ini, Augsburg kini bukan sekadar tim kuda hitam, tetapi ancaman serius bagi tim-tim yang mengincar enam besar Bundesliga. (*/Riz)













