Olahraga

Bundesliga: Holstein Kiel Menang Dramatis 4-3 atas Gladbach, Shuto Machino Jadi Pahlawan

×

Bundesliga: Holstein Kiel Menang Dramatis 4-3 atas Gladbach, Shuto Machino Jadi Pahlawan

Sebarkan artikel ini
Shuto Machino rayakan gol kemenangan Holstein Kiel atas Borussia Mönchengladbach
Shuto Machino membuka skor untuk Kiel melawan Borussia Mönchengladbach. - IMAGO/Susanne Hübner

EKSPOSTIMES.COM – Holstein Kiel menjaga asa bertahan di Bundesliga usai memetik kemenangan dramatis 4-3 atas Borussia Mönchengladbach di Holstein-Stadion, Sabtu (26/4). Shuto Machino tampil sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol, termasuk gol kemenangan di masa injury time, dalam laga penuh drama dan ketegangan.

Holstein Kiel, yang tengah berjuang menghindari zona degradasi, memulai pertandingan dengan semangat luar biasa. Sejak awal laga, tim asuhan Marcel Rapp langsung mengambil inisiatif serangan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-15 ketika Shuto Machino membuka skor. Penyerang asal Jepang itu memanfaatkan tendangan sudut John Tolkin, menanduk bola dengan sempurna melewati Jonas Omlin.

Kiel terus menekan dan hanya butuh delapan menit untuk menggandakan keunggulan. Alexander Bernhardsson menunjukkan ketenangannya setelah berhasil mengecoh Omlin dan menceploskan bola ke gawang kosong, membuat skor menjadi 2-0. Gladbach tampak kesulitan membangun serangan yang efektif, sementara kiper Kiel, Thomas Dähne, tampil sigap dengan dua penyelamatan penting yang menjaga keunggulan tuan rumah.

Baca Juga: Bundesliga: Max Rosenfelder Antar Freiburg Bungkam Wolfsburg 1-0 dan Jaga Peluang ke Kompetisi Eropa

Namun, kabar buruk menghampiri Kiel menjelang akhir babak pertama. John Tolkin, yang tampil impresif, harus ditarik keluar lapangan akibat cedera dan digantikan oleh Finn Porath. Meski begitu, Kiel tetap mempertahankan keunggulan 2-0 hingga turun minum.

Babak kedua menjadi milik Gladbach yang tampil jauh lebih agresif. Usaha keras mereka membuahkan hasil pada menit ke-60. Tomáš Čvančara berhasil memperkecil ketertinggalan lewat sundulan akurat menyambut umpan Robin Hack. Gol ini memicu momentum kebangkitan bagi tim tamu.

Sembilan menit berselang, Gladbach menyamakan kedudukan. Alassane Pléa menyelesaikan kerja sama apik dari sisi kanan serangan, membuat skor imbang 2-2 dan mengubah dinamika pertandingan. Pelatih Gladbach kemudian memasukkan Franck Honorat dan Florian Neuhaus untuk menambah daya gedor, membuat Kiel tertekan di lini belakang.

Baca Juga: Bundesliga: Borussia Dortmund Menang Dramatis di Hoffenheim Lewat Gol Waldemar Anton di Masa Tambahan

Meski momentum ada di pihak Gladbach, Kiel justru mampu kembali unggul. Pada menit ke-76, Armin Gigović melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dihentikan Omlin. Gol ini membuat tuan rumah kembali memimpin 3-2.

Namun drama belum usai. Gladbach, yang enggan menyerah, berhasil menyamakan skor lagi melalui Franck Honorat di menit ke-86. Memanfaatkan sedikit ruang di dalam kotak penalti, Honorat melepaskan tendangan akurat ke pojok gawang, membuat skor kembali imbang 3-3 dan seolah memupuskan harapan Kiel untuk meraih tiga poin.

Ketika laga tampaknya akan berakhir imbang, Shuto Machino kembali menjadi pahlawan. Pada menit pertama injury time, Machino menyambar umpan Finn Porath di dalam kotak penalti dan dengan penyelesaian dingin memastikan kemenangan dramatis bagi Kiel. Holstein-Stadion bergemuruh merayakan momen penting tersebut, mengetahui betapa besar arti tiga poin ini dalam perjuangan mereka bertahan di kasta tertinggi sepak bola Jerman.

Baca Juga: Bundesliga: Bayern Munich Dekatkan Diri ke Gelar Bundesliga Usai Tundukkan Mainz 3-0

Laga ini juga diwarnai ketegangan tinggi, tercermin dari kartu kuning yang diberikan kepada Čvančara, Marko Ivezić, dan Machino sendiri. Intensitas tinggi hingga menit-menit akhir menunjukkan betapa kedua tim berjuang keras demi hasil maksimal.

Dengan kemenangan ini, Holstein Kiel mengumpulkan poin vital yang bisa menjadi pembeda dalam perebutan tempat di Bundesliga musim depan. Sementara itu, Borussia Mönchengladbach harus mengevaluasi pertahanan mereka yang rapuh dan kegagalan mereka mempertahankan keunggulan, mengingat persaingan di papan tengah semakin ketat. (*/Rp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *