EKSPOSTIMES.COM- Perumda Pasar Manado terus bertransformasi menuju tata kelola yang lebih profesional dan transparan. Di bawah kepemimpinan Lucky Senduk, perusahaan daerah yang mengelola denyut perekonomian Kota Manado ini mencetak sejarah baru, dimana untuk pertama kalinya, laporan keuangan diaudit oleh akuntan publik independen.
Penasehat Hukum Direktur Utama Perumda Pasar Manado, Doan Vendy Tagah, SH, CLA, dalam keterangannya menegaskan, sejak 2021 hingga 2024, Perumda Pasar mengalami dinamika kepemimpinan yang cukup intens. Stenly Suwuh sempat menjabat pada Januari–Maret 2021, dilanjutkan Jootje Rumondor hingga 16 Mei 2021, lalu Rolland Roeroe memimpin sampai 16 Mei 2022, sebelum akhirnya tongkat estafet dipercayakan kepada Lucky Senduk.
“Di era Pak Lucky, transparansi keuangan menjadi prioritas utama. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Perumda Pasar Manado, laporan keuangan diaudit akuntan publik independen,” tegas Tagah, Senin (28/4).
Sebelumnya, audit Inspektorat Kota Manado atas keuangan tahun anggaran 2020 hingga Mei 2021 menemukan berbagai kejanggalan, mulai dari belanja Rp4,3 miliar tanpa bukti sah, kekurangan administrasi Rp10 miliar, piutang karyawan Rp830 juta, hingga tunggakan retribusi Rp249 juta.
Namun sejak 2022, perbaikan besar-besaran dilakukan. Tidak hanya soal audit independen, Perumda Pasar juga dipercaya mengelola sejumlah aset strategis Kota Manado seperti Malalayang Beach Walk (MBW), Pasir Putih Sario, Dermaga Manado Bay di Megamas, Daseng Karang Ria Tuminting, hingga Pasar Tematik Tongkaina.
“Biaya operasional seluruh aset itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Perumda, dengan total anggaran mencapai Rp1,4 miliar di tahun 2024,” jelas Tagah.
Meski laporan neraca keuangan menunjukkan masih adanya kerugian, imbas dari belum dilakukan penyusutan aset dasar perusahaan, namun berdasarkan laporan arus kas, Perumda Pasar Manado kini mampu mencetak laba, walaupun kecil.
Saat ini, pendapatan bulanan Perumda berkisar Rp2,8 hingga Rp3 miliar. Beban terbesar berasal dari gaji karyawan sekitar Rp2 miliar per bulan, serta pengeluaran lain seperti listrik, air, BBM kendaraan sampah sebesar Rp220 juta, iuran BPJS Rp200 juta, dan pajak parkir serta pajak pengelolaan aset lainnya.
Dalam upaya modernisasi, sejak 2022, Perumda Pasar juga telah menerapkan sistem digitalisasi pembayaran di sejumlah pasar seperti Jengki Bersehati, Pinasungkulan, dan Shopping Jarod. Setiap triwulan, laporan keuangan secara rutin disampaikan kepada Dewan Pengawas sebagai bentuk komitmen terhadap akuntabilitas.
“Semua informasi ini saya gali dari klien saya. Fakta-fakta ini membuktikan bahwa komitmen perubahan di Perumda Pasar Manado nyata adanya,” pungkas Tagah. (tim)







