Politik & Pemerintahan

Mitra Buka Jalan ke Jepang! Program Kerja Gratis dan Transparan Resmi Diluncurkan untuk Warga

×

Mitra Buka Jalan ke Jepang! Program Kerja Gratis dan Transparan Resmi Diluncurkan untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Bupati Ronald Kandoli menandatangani MoU program kerja ke Jepang bersama perwakilan Japan Global Education Center di hadapan warga Minahasa Tenggara.
Bupati Ronald Kandoli menandatangani MoU program kerja ke Jepang bersama perwakilan Japan Global Education Center di hadapan warga Minahasa Tenggara.

EKSPOSTIMES.COM- Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) resmi meluncurkan Program Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Jepang 2025, yang membuka kesempatan kerja internasional gratis, transparan, dan tanpa pungutan bagi warga.

Peluncuran program digelar meriah di Soekarno Legislative Hall, Senin (29/4), ditandai dengan penandatanganan MoU antara Pemkab Mitra dan Japan Global Education Center, serta kehadiran ratusan warga yang antusias menyambut peluang emas ini.

Bupati Ronald Kandoli dalam sambutannya menegaskan, program ini merupakan langkah konkret untuk menciptakan lapangan kerja dan memberantas kemiskinan ekstrem di daerah. Melalui jalur legal dan resmi Specified Skilled Worker (SSW), Pemkab ingin generasi muda Mitra tampil sebagai tenaga kerja unggul di panggung internasional.

“Ini bukan sekadar program, ini adalah peluang hidup baru. Kami ingin generasi muda Mitra tidak hanya bekerja, tapi berkarier dengan bangga di Jepang,” kata Bupati Kandoli.

Baca Juga: Suara Emas Bupati Ronald Kandoli Guncang Panggung Wanua Lowu Idol 2025, HUT ke-342 Semarak Penuh Gebrakan

Lebih dari sekadar membuka jalan, program ini juga gratis dari awal hingga akhir, mulai dari pendaftaran, pelatihan, hingga pemberangkatan. Pemerintah daerah menjamin seluruh proses berlangsung transparan, profesional, dan tanpa calo.

Program CPMI Jepang ini mulai menerima pendaftaran sejak 21-24 April 2025, baik secara daring lewat Google Form resmi maupun secara langsung di Kantor Disnakertrans Mitra, Kompleks SKPD Blok B, Wawali Pasan – Ratahan.

Syarat umum meliputi warga Mitra berusia produktif, sehat jasmani dan rohani, pendidikan minimal sesuai ketentuan sektor SSW, siap mengikuti pelatihan dan disiplin kerja.

Kepala Disnakertrans Mitra, Jeiny Ribka Pandelaki, menyampaikan bahwa peserta akan melewati proses seleksi profesional mulai dari tes kesehatan, psikotes, wawancara, hingga pelatihan intensif di Ratahan.

“Kami tidak hanya ingin memberangkatkan tenaga kerja, tapi menciptakan SDM tangguh, beretika, dan siap bersaing global. Semuanya gratis, tidak ada pungutan sama sekali,” tegas Jeiny.

Baca Juga: Malam Baku Dapa dan Wanua Lowu Idol 2025 Meriah, Bupati Ronald Kandoli Disambut Hangat di HUT Wanua Lowu ke-342

Suasana peluncuran program CPMI ke Jepang terasa haru dan penuh semangat. Ratusan calon peserta hadir bersama orang tua mereka, menunjukkan bahwa mimpi bekerja di luar negeri kini menjadi kenyataan yang terjangkau dan legal.

Wakil Bupati Fredy Tuda menyebut program ini sebagai tonggak sejarah dan warisan kebijakan visioner duet RK-FT.

“Kami hadir bukan hanya sebagai pemerintah, tapi sebagai pelindung dan pengawal masa depan masyarakat Mitra. Ini adalah komitmen kami untuk membuka peluang global yang setara dan aman,” tandas Tuda.

Acara peluncuran dihadiri oleh berbagai pejabat strategis, termasuk Kepala BP3MI Manado, Stahrul Afriady, jajaran camat, tokoh masyarakat, serta dua asisten Bupati. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diyakini akan menjamin kelancaran dan keberlanjutan program.

Dengan peluncuran ini, Mitra menjadi salah satu daerah terdepan di Sulawesi Utara dalam mencetak tenaga kerja migran berkualitas ke Jepang. Targetnya, lulusan program ini bisa menjadi duta kerja yang mengangkat nama daerah di kancah internasional. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d