EKSPOSTIMES.COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menunjukkan taringnya! Setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir, IHSG berhasil melesat 65,44 poin atau 0,99% ke posisi 6.678,91 pada penutupan perdagangan Jumat ini. Dua nama besar, Unilever Indonesia (UNVR) dan GOTO, menjadi bintang utama yang mendorong penguatan indeks.
Sejak awal sesi, IHSG tampak percaya diri bertahan di zona hijau. Indeks bergerak di rentang 6.640,77 hingga 6.683,36, mencerminkan optimisme pasar yang mulai pulih.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), total transaksi mencapai Rp10,13 triliun, dengan volume perdagangan sebesar 19,91 miliar saham dari 1,08 juta kali transaksi. Dari keseluruhan saham, 427 menguat, 175 melemah, dan 204 stagnan.
Sektor-sektor utama seperti konsumen primer, teknologi, dan transportasi memimpin laju penguatan, masing-masing tumbuh 2,57%, 2,46%, dan 1,66%.
Kinerja spektakuler IHSG hari ini tak lepas dari performa mengilap dua saham raksasa, yakni Unilever Indonesia (UNVR) melonjak 17%, menguat 255 poin ke level Rp1.750 per saham. Transaksi UNVR tercatat besar, mencapai Rp414 miliar dan GOTO — raksasa teknologi — turut menguat 5% ke Rp84 per saham, dengan volume fantastis 3,96 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp326 miliar.
Tak ketinggalan, saham Bank Central Asia (BBCA) ikut mendorong indeks naik, menguat 1,47% ke level Rp8.600 dengan nilai transaksi Rp502 miliar.
Di luar UNVR dan GOTO, sektor konsumen dan teknologi menunjukkan daya dobrak luar biasa:
Mandom Indonesia (TCID) terbang 7,89%.
Formosa Ingredient Factory (BOBA) menguat 5,81%.
Di sektor teknologi:
Distribusi Voucher Nusantara (DIVA) melejit 21,2%.
Bukalapak.com (BUKA) naik 7,14%.
Elang Mahkota Teknologi (MTEK) menguat 5,94%.
Selain itu, saham-saham LQ45 seperti Bank Jago (ARTO) dan Ciputra Development (CTRA) masing-masing menguat 7,87% dan 6,32%, mempertegas optimisme pasar.
Baca Juga: IHSG Menguat Usai UBS Naikkan Rekomendasi Saham RI, Saham Konsumen dan Industri Jadi Motor Kenaikan
Salah satu motor penggerak lonjakan UNVR adalah kebijakan kenaikan harga produk untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Analis dari Bahana Sekuritas mencatat bahwa Underlying Price Growth (UPG) UNVR naik 1,3% YoY di kuartal I-2025, meski Underlying Volume Growth (UVG) tercatat minus 7,8% YoY.
Langkah strategis ini dinilai sebagai upaya mempertahankan margin keuntungan di tengah tantangan penurunan volume. Namun, Bahana Sekuritas tetap mempertahankan rating “Sell” untuk UNVR, dengan target harga Rp1.300 per saham, melihat laba UNVR turun 15% YoY dan penurunan pangsa pasar menjadi 32,8%.
Meski IHSG menguat, para analis masih menyarankan kewaspadaan. Beberapa proyeksi dari sekuritas ternama:
BRI Danareksa Sekuritas: IHSG masih dalam tren bearish, potensi menuju support 6.505.
Phintraco Sekuritas: Waspadai pullback lanjutan akibat death cross pada Stochastic RSI.
Panin Sekuritas: Proyeksi IHSG menguji resistance 6.640–6.707, dengan support di 6.436–6.544.
CGS International Sekuritas Indonesia: Prediksi IHSG bergerak bervariasi di kisaran 6.540–6.760.
Sentimen positif dari kenaikan harga komoditas dan laporan keuangan emiten yang solid menjadi harapan untuk mempertahankan momentum penguatan IHSG. (tim)













