EKSPOSTIMES.COM – AC Milan mengamankan tiket ke final Coppa Italia setelah menumbangkan rival sekota dan pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan, dengan skor 3-0 di leg kedua semifinal, Rabu (23/4) dini hari WIB. Dua gol Luka Jovic menjadi pembeda dalam Derby della Madonnina yang kembali memanas di bawah atmosfer intens Stadion San Siro.
Hasil ini memastikan langkah Milan ke final kedua mereka dalam kurun empat bulan terakhir di bawah kepemimpinan Sergio Conceicao, setelah sebelumnya mengangkat trofi Supercoppa Italiana pada Januari lalu. Rossoneri kini tinggal menunggu pemenang antara Empoli dan Bologna, dengan Rossoblu unggul agregat 3-0 jelang leg kedua.
Inter Milan harus tampil pincang tanpa Marcus Thuram dan Denzel Dumfries yang cedera. Hakan Calhanoglu juga tidak tampil sejak menit awal, digantikan Kristjan Asllani. Di sisi lain, Milan kembali memasang Luka Jovic sebagai ujung tombak, didukung Rafael Leao dan Christian Pulisic dalam formasi 3-4-3. Kyle Walker tetap belum bisa diturunkan karena cedera.
Baca Juga: Serie A Italia: Gol Akrobatik Orsolini Guncang Inter, Inzaghi Kritik Wasit: Musim Belum Berakhir
Laga langsung berjalan dengan tensi tinggi. Peluang pertama hadir dari kubu Inter lewat Matteo Darmian, yang mengancam dari sisi kanan namun tembakannya melebar tipis. Tidak lama berselang, Federico Dimarco hampir membuka skor dengan tendangan bebas cepat yang membentur mistar gawang.
Inter terus menekan. Pada menit ke-27, Lautaro Martinez mendapat peluang emas dari dalam kotak penalti, mirip dengan golnya saat melawan Bayern di Liga Champions. Sayangnya, penyelesaiannya masih melambung di atas gawang Mike Maignan.
Baca Juga: Serie A Italia: Gol Ederson Tenggelamkan Milan, Atalanta Kukuh di Zona Liga Champions
Milan akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-35. Sebuah serangan dari sisi kanan yang diprakarsai oleh Alex Jimenez dituntaskan dengan umpan silang matang ke kotak penalti. Luka Jovic, yang berada dalam posisi ideal, menyundul bola masuk ke gawang tanpa mampu diantisipasi Josep Martinez.
Memasuki babak kedua, Milan langsung tampil agresif. Hanya lima menit setelah restart, Jovic kembali mencetak gol. Kali ini memanfaatkan kekacauan di lini belakang Inter saat mengantisipasi sepak pojok dari Theo Hernandez. Bola liar jatuh tepat di kaki Jovic yang dengan tenang menyontek bola ke gawang dari jarak dekat. Skor menjadi 2-0 untuk Milan.
Milan nyaris menambah keunggulan lewat dua peluang emas. Jimenez mencoba mencungkil bola melewati Martinez namun terperangkap offside. Tak lama, Leao mengirim umpan tarik ke tengah kotak penalti, tapi tidak ada rekan yang menyambut.
Inter mencoba bangkit dan sempat mendapatkan peluang dari sundulan Stefan De Vrij usai sepak pojok Calhanoglu, namun Mike Maignan tampil gemilang dengan penyelamatan akrobatik yang menjaga keunggulan timnya.
Baca Juga: Serie A: McTominay Antar Napoli Kalahkan Monza, Conte Meledak Usai Pertandingan
Meski telah tertinggal dua gol, Inter terus berupaya untuk setidaknya memperkecil ketertinggalannya dan sempat menciptakan peluang lewat sundulan Stefan de Vrij yang masih dapat diselamatkan kiper Milan Mike Maignan.
Walau terus berupaya memangkas ketertinggalannya, Inter harus rela kembali kebobolan akibat gol dari Tijjani Reijnders yang tendangannya tak dapat dibendung kiper Josep Martinez dan membuat skor berubah menjadi 3-0 pada menit 85.
Kemenangan ini menjadi pembuktian atas kerja keras Sergio Conceicao dalam membangun kembali mentalitas Rossoneri. Meski sempat dikalahkan Atalanta di Serie A pada akhir pekan lalu, pelatih asal Portugal ini yakin timnya akan bangkit.
“Saya sudah merasakannya sejak pertandingan melawan Atalanta. Detail-detail kecil itu penting saya menyukai sikap dan kekompakan tim dalam bertahan dan menyerang.” ujar Conceicao kepada SportMediaset usai pertandingan.
Kami sedikit kesulitan di menit-menit awal, tetapi akhirnya kami berhasil mencetak gol. Kami memperbaiki beberapa hal di babak pertama dan kemudian tampil sangat baik di babak kedua. Tim ini memiliki kualitas, tetapi juga kerendahan hati dan keinginan untuk memenangkan setiap pertandingan.
Luka Jovic mencuri sorotan dengan dua golnya malam itu, menambah total empat gol dalam lima penampilan terakhir. Penampilannya yang konsisten membuatnya semakin diandalkan di lini depan Milan, terutama dalam skema serangan balik cepat yang menjadi ciri khas permainan Conceicao.
“Luka semakin matang. Dia tahu bagaimana memanfaatkan ruang dan peluang. Tapi saya juga bangga dengan Abraham yang terus berkontribusi meski tidak mencetak gol,” kata Conceicao dalam kesempatan yang sama.
Kini, Milan tinggal selangkah lagi dari trofi domestik kedua musim ini. Sementara bagi Inter, kekalahan ini menjadi pukulan menyakitkan setelah sebelumnya unggul di liga. Fokus mereka kini sepenuhnya beralih ke perebutan Scudetto.
(Riz)













