Politik & Pemerintahan

Isu “Matahari Kembar” Tak Goyahkan Prabowo, Kabinet Satu Komando, Bukan Dua Arah

×

Isu “Matahari Kembar” Tak Goyahkan Prabowo, Kabinet Satu Komando, Bukan Dua Arah

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan resmi terkait arah kebijakan kabinet pemerintahannya.
Ahmad Muzani, Sekjen Partai Gerindra

EKSPOSTIMES.COM- Di tengah riuhnya spekulasi politik pasca Lebaran, Presiden Prabowo Subianto tampil tenang. Isu “matahari kembar” yang mencuat setelah beberapa menteri menyambangi Presiden ke-7 RI Joko Widodo tak membuatnya terusik.

Justru, Prabowo menunjukkan bahwa kabinet tetap solid dan berjalan satu garis di bawah kepemimpinannya.

“Presiden tidak terganggu sama sekali. Komitmen para menteri tetap kuat. Silaturahmi dengan Pak Jokowi itu bagian dari tradisi Lebaran, bukan manuver politik,” tegas Ahmad Muzani, Sekjen Partai Gerindra, Jumat (18/4/2025).

Kunjungan sejumlah menteri ke rumah Jokowi, seperti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Kelautan Sakti Wahyu Trenggono, memicu tafsir liar. Muncul narasi tentang loyalitas ganda, bahkan ancaman “matahari kembar” dalam pemerintahan. Namun narasi ini cepat ditepis.

“Ini bukan sinyal politik, melainkan bentuk hormat terhadap mantan presiden yang pernah mereka layani,” ujar Hendri Satrio, pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina.

Andy Budiman, Wakil Ketua Umum PSI, bahkan menyebut framing semacam itu sebagai politik pecah belah berkedok analisis.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Prabowo! 300 Daerah Siap Wujudkan Pendidikan Gratis untuk Rakyat Miskin

“Pak Jokowi mendukung penuh pemerintahan Prabowo. Tidak ada oposisi di sini,” katanya.

Presiden Prabowo sendiri memilih tak merespons langsung. Ia tetap fokus menjalankan roda pemerintahan dan memperkuat fondasi transisi menuju masa depan. Bahkan ketika berada di luar negeri saat momen Lebaran, Prabowo tak melihat kunjungan menteri ke Jokowi sebagai isu besar.

“Pak Prabowo paham betul mana yang adat dan mana yang niat. Beliau tidak mudah terseret tafsir publik yang menyesatkan,” kata Muzani.

Idrus Marham, elite Partai Golkar, juga ikut bicara. Ia menyebut kepemimpinan Prabowo adalah lanjutan dari semangat kolaboratif era Jokowi.

“Pak Prabowo justru mengajak semua pihak, termasuk mantan presiden, untuk membangun Indonesia bersama,” ujarnya.

Hal senada diungkap PSI. “Pak Jokowi adalah tokoh nasional yang tetap dihormati. Silaturahmi bukan pelanggaran etika, apalagi konstitusi,” tegas Andy Budiman.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Rapat Darurat, Indonesia Siap Evakuasi 1.000 Warga Gaza Termasuk Anak Yatim dan Korban Luka

Isu “matahari kembar” yang ditiupkan elite politik tertentu, termasuk dari PDIP seperti Ganjar Pranowo, dinilai sebagai upaya mengaburkan fakta bahwa pemerintahan saat ini tengah bersatu dalam satu arah pembangunan nasional.

“Jangan dijadikan silaturahmi sebagai alat untuk menggiring opini negatif. Ini era kolaborasi, bukan konflik,” pungkas Andy. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d