Peristiwa

Brimob Kerahkan 270 Personel Dalam Operasi Alpha Bravo Moskona 2025, Misi Kemanusiaan di Papua Barat Dimulai

×

Brimob Kerahkan 270 Personel Dalam Operasi Alpha Bravo Moskona 2025, Misi Kemanusiaan di Papua Barat Dimulai

Sebarkan artikel ini
Personel Brimob dalam apel keberangkatan Operasi Alpha Bravo Moskona 2025 menuju Papua Bara
Sebanyak 270 personel Korps Brimob Polri diberangkatkan dalam Operasi Alpha Bravo Moskona 2025, misi kemanusiaan untuk mencari Iptu Tomi Samuel Marbun di Distrik Moskona, Papua Barat.

EKSPOSTIMES.COM- Negara kembali menunjukkan kehadirannya di Tanah Papua. Sebanyak 270 personel Korps Brimob Polri resmi diberangkatkan untuk menjalankan Operasi Alpha Bravo Moskona 2025, sebuah misi kemanusiaan berisiko tinggi yang difokuskan di Distrik Moskona, Teluk Bintuni, Papua Barat.

Operasi ini tak sekadar aksi pencarian. Ini adalah panggilan nurani, upaya negara menemukan titik terang atas hilangnya Iptu Tomi Samuel Marbun, anggota Polri yang lenyap tanpa jejak sejak 18 Desember 2024 dalam operasi penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah rawan tersebut.

Dalam Apel Gelar Pasukan yang digelar Jumat pagi (18/4) di Lapangan Tokubetsu Keisatsutai, Resimen II Pasukan Pelopor, Komandan Pasukan Pelopor Brimob Polri Brigjen Pol Gatot Mangkurat PJ menegaskan bahwa kehadiran Brimob di Papua Barat merupakan simbol kehadiran negara di wilayah konflik.

Baca Juga: Dua Oknum TNI dan Anggota Brimob Jadi Tersangka, Kasus Penembakan Polisi di Way Kanan Kian Terang

“Operasi ini bukan hanya pencarian, ini bentuk tanggung jawab negara. Kita hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk melindungi,” ujar Gatot.

Dengan penuh semangat, Gatot memberikan pengarahan langsung kepada seluruh personel yang tergabung dalam lima satuan tugas utama: Satgas Pencarian dan SAR, Satgas Intelijen, Satgas Tindak, Satgas Humas, dan Satgas Banops (Bantuan Operasi).

Meski berseragam dan bersenjata, operasi ini digerakkan oleh semangat kemanusiaan. Gatot menekankan bahwa meskipun personel dikerahkan ke zona merah yang dikuasai KKB, pendekatan yang digunakan tetap humanis, namun tidak mengurangi kesiapsiagaan dan disiplin dalam menjalankan tugas.

“Wilayah ini punya potensi konflik bersenjata tinggi. Tetap waspada. Jangan lengah. Ini bukan misi represif, ini amanah kemanusiaan,” katanya tegas.

Baca Juga: Teror Peluru di Ratatotok! Warga Ditembak Mati Oknum Anggota Brimob di Tambang Emas Ilegal Ko You Ho, Rakyat Murka

Operasi ini akan berlangsung selama dua pekan, dari 20 April hingga 3 Mei 2025, dengan koordinasi penuh antara Korps Brimob dan Polda Papua Barat. Tantangan di depan bukan main-main—dari hutan rimba, pegunungan terjal, hingga sungai deras—semuanya menuntut kekuatan fisik, mental baja, dan penguasaan SOP secara menyeluruh.

Sementara itu, di sisi lain negeri, Riah Ukur Tarigan, istri Iptu Tomi, terus menggantungkan harapan. Dalam sebuah wawancara pada 13 Maret lalu, ia menyampaikan langsung keresahannya kepada awak media, sekaligus menyerukan atensi serius dari pimpinan Polri.

“Saya mohon kepada Bapak Kabareskrim untuk membentuk tim yang benar-benar fokus mencari suami saya. Ini bagian dari tugas negara,” ujarnya, dengan suara bergetar menahan haru.

Riah juga menyesalkan lambatnya penanganan di tingkat Polres dan Polda selama ini. Baginya, operasi nasional ini adalah cahaya terakhir dalam gelap yang panjang.

Operasi Alpha Bravo Moskona 2025 menjadi momentum penting: bukan hanya bagi institusi Polri, tapi juga bagi keluarga korban dan masyarakat Papua Barat. Keberhasilan misi ini bukan soal angka, melainkan tentang jawaban, harapan, dan tanggung jawab moral yang harus diwujudkan. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d