EKSPOSTIMES.COM- Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat. Dalam waktu dekat, ia akan memimpin rapat terbatas tingkat tinggi bersama para menteri guna merumuskan langkah strategis evakuasi warga Gaza ke Indonesia.
Fokus utama, yaitu anak-anak yatim, korban luka berat, dan pengungsi yang terdampak langsung dari konflik kemanusiaan di Palestina.
Hal ini disampaikan langsung Menko Polhukam Budi Gunawan, yang menyebut Presiden akan memberikan arahan khusus dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Prabowo Kirim Dokter, Bangun RS, dan Buka Beasiswa untuk Palestina
“Akan ada rapat khusus. Presiden ingin segera memberikan arahan untuk langkah konkret terkait evakuasi kemanusiaan dari Gaza,” kata Budi, Selasa (15/4).
Langkah ini menjadi kelanjutan nyata dari komitmen kemanusiaan Presiden Prabowo yang beberapa hari lalu menegaskan kesiapan Indonesia menampung sementara para korban dari wilayah konflik. Indonesia, kata Prabowo, tak akan tinggal diam melihat penderitaan rakyat Gaza, terutama anak-anak yang kehilangan keluarga dan harapan hidup.
“Ini adalah bagian dari upaya kita untuk membela kemanusiaan dan mendukung perjuangan Palestina menuju kemerdekaan,” ujar Presiden dalam lawatannya ke Istana Al Husseiniya, Yordania, Senin (14/4).
Dalam misi diplomatiknya, Prabowo telah menggelar pertemuan intensif dengan pemimpin kawasan, termasuk Raja Yordania Abdullah II, Presiden Mesir, serta pejabat tinggi di UEA, Turki, dan Qatar. Dari dialog itu, terbuka peluang untuk evakuasi tahap pertama sebanyak 1.000 warga Gaza ke tanah air.
Presiden menyebut bahwa evakuasi akan dilakukan dengan persetujuan semua pihak yang terlibat konflik, dan akan dikoordinasikan secara teknis oleh Kementerian Luar Negeri RI bersama otoritas Palestina.
Presiden mengungkapkan bahwa pesawat militer Indonesia siap diterjunkan untuk mengangkut korban luka, anak yatim, dan warga sipil yang membutuhkan perlindungan. Namun, Prabowo menekankan bahwa keberadaan mereka di Indonesia bersifat sementara.
“Begitu situasi di Gaza membaik, mereka akan dikembalikan ke tanah asal. Kita ingin bantu, tapi juga menghormati kedaulatan Palestina,” ujar Prabowo dari Lanud Halim Perdanakusuma, sebelum terbang ke Timur Tengah (9/4).
Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa Indonesia tidak sekadar menyuarakan dukungan, tetapi bertindak nyata sebagai pelindung nilai-nilai kemanusiaan internasional. Prabowo juga menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari terobosan diplomasi luar negeri Indonesia di bawah pemerintahannya. (tim)












