Hukum & Kriminal

Ratatotok Dijaga Ketat! 300 Personel Gabungan Dikerahkan, Kapolda Sulut dan Danrem Santiago Pastikan Keamanan Tanpa Kompromi

×

Ratatotok Dijaga Ketat! 300 Personel Gabungan Dikerahkan, Kapolda Sulut dan Danrem Santiago Pastikan Keamanan Tanpa Kompromi

Sebarkan artikel ini
KAPOLDA Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie dan Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Turnip, didampingi Bupati Mitra Ronald Kandoli sewaktu meninjau pengamanan di Ratatotok.

EKSPOSTIMES.COM- Pasca insiden yang mengguncang Kabupaten Minahasa Tenggara beberapa hari lalu, Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Harry Langie, bersama Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Martin Susilo Turnip, turun langsung ke lapangan untuk memastikan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan ke Polres Minahasa Tenggara, Kamis (27/3/2025) siang, Kapolda menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban dan perdamaian.

Baca Juga: Polda Sulut Tindak Tegas Kasus Ratatotok, Gubernur Yulius Imbau Masyarakat Tenang

“Mari kita jaga keamanan bersama. Semua ajaran agama mengajarkan kedamaian, dan jika kita menjaga kedamaian, berkat akan datang. Kolaborasi semua pihak sangat diperlukan untuk memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Kapolda juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah serta para tokoh masyarakat yang telah berperan aktif dalam pemulihan kondisi pasca insiden. Berkat sinergi berbagai pihak, situasi keamanan di Minahasa Tenggara kini mulai kembali normal.

Sebagai langkah preventif, aparat keamanan akan meningkatkan patroli, razia senjata tajam, serta pengamanan di berbagai titik strategis. Sebanyak 300 personel gabungan dari Brimob, Reskrim, dan Intelkam Polda Sulut, bersama TNI dan Polres Mitra, dikerahkan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Seluruh personel akan ditempatkan sesuai titik-titik rawan, bekerja sama antara TNI dan Polri. Kami bertindak tegas namun tetap mengedepankan prinsip HAM dan prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Operasi pengamanan ini dijadwalkan berlangsung selama 2 hingga 3 hari, dengan kemungkinan diperpanjang hingga situasi benar-benar aman. Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat serta menegaskan komitmen aparat dalam menjaga keamanan di Minahasa Tenggara. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d