EKSPOSTIMES.COM – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap persoalan PT Sritex, yang terpaksa melakukan PHK terhadap hampir 11 ribu buruh setelah pabrik tekstil itu resmi tutup pada Sabtu (1/3). Untuk mencari solusi, Prabowo memanggil Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yasserli, Menteri BUMN Erick Thohir, serta perwakilan PT Sritex ke Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pertemuan ini digelar atas arahan langsung dari Presiden Prabowo.
“Pada hari ini kami semua berkumpul atas petunjuk dari Bapak Presiden, Menteri BUMN, Menaker, teman-teman kurator, dan teman-teman serikat pekerja dalam rangka kita berdiskusi untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan PT Sritex,” kata Prasetyo kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/3).
Menurut Prasetyo, Prabowo sangat concern terhadap nasib para pekerja yang terdampak PHK. Presiden ingin agar pihak terkait segera mencari solusi terbaik agar buruh bisa kembali bekerja.
“Bapak Presiden berkali-kali memberikan pengarahan kepada kami untuk dicarikan jalan keluar supaya teman-teman pekerja di Sritex dapat diperhatikan dan dicarikan solusi terhadap permasalahan yang menimpa PT Sritex,” lanjutnya.
Penutupan pabrik PT Sritex terjadi setelah keputusan rapat kreditur di Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Jumat (28/2). Hakim memutuskan bahwa tidak ada going concern atau kelangsungan usaha bagi perusahaan tekstil tersebut. Akibatnya, PT Sritex harus menghentikan operasionalnya dan melakukan PHK massal terhadap hampir 11 ribu buruh.
Hari terakhir para buruh bekerja di pabrik jatuh pada Jumat (28/2), sebelum akhirnya perusahaan resmi tutup pada Sabtu (1/3).
Pemerintah kini tengah mengupayakan berbagai langkah agar para buruh yang terdampak bisa mendapatkan solusi, baik melalui penempatan kerja baru, program pelatihan, ataupun skema bantuan lainnya. (*/Red)














Respon (1)