EKSPOSTIMES.COM – Kitab Kejadian dengan jelas menyatakan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah. Tidak ada satu pun yang ada tanpa diciptakan oleh-Nya. Dialah yang menjadikan langit dan bumi beserta isinya (Kejadian 1:1). Segala sesuatu yang kita lihat dan alami merupakan karya tangan-Nya yang luar biasa.
Namun, ada banyak hal dalam kisah penciptaan yang melampaui akal manusia. Misalnya, bagaimana kita bisa memahami keberadaan samudera semesta dan Roh Allah yang melayang-layang di atas air sebelum cakrawala dan lautan diciptakan pada hari kedua dan ketiga? (Kejadian 1:2, 6-10).
Bagaimana mungkin ada terang pada hari pertama jika matahari, bulan, dan bintang baru diciptakan pada hari keempat? (Kejadian 1:3, 14-16).
Manusia terus berusaha mencari jawaban atas asal-usul alam semesta melalui berbagai teori ilmiah. Namun, tidak ada satu pun yang dapat menjelaskan secara tuntas bagaimana segala sesuatu bermula.
Kitab Kejadian bukanlah buku sains, tetapi firman Tuhan yang menyatakan kebenaran tentang penciptaan. Ilmu pengetahuan berkembang karena Allah memberikan manusia akal budi untuk mengelola ciptaan-Nya (Kejadian 1:26, 28; 2:5). Ini menunjukkan bahwa sains pun ada karena Allah.
Oleh karena itu, untuk memahami dunia ini, kita tidak hanya mengandalkan logika manusia, tetapi juga harus melihatnya dengan iman.
Misteri dalam penciptaan mengajarkan kita bahwa tidak semua hal dapat dijelaskan dengan akal. Ada batasan dalam pemahaman manusia. Demikian juga dalam kehidupan, ada banyak hal yang tidak dapat kita mengerti sepenuhnya.
Jika kita hanya mengandalkan akal dan kepandaian sendiri, kita akan selalu merasa kurang puas. Sebaliknya, ketika kita melihat hidup dengan kacamata iman, kita akan menyadari bahwa Allah terus berkarya dan memelihara kita.
Mari kita menjalani hidup ini dengan iman dan mempercayakan segala sesuatu kepada Tuhan, Sang Pencipta yang berdaulat atas segala sesuatu. Sebab, hanya dalam Dia kita menemukan jawaban sejati. (*)













