EKSPOSTIMES.COM- Harga emas dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (17/2/2025), didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump. Investor saat ini tengah mencermati dampak kebijakan tarif yang berpotensi memicu perang dagang.
Dari data, harga emas di pasar spot naik 0,6% ke level USD 2.899,73 per ons pada pukul 03.13 GMT. Sebelumnya, emas sempat mencatat rekor tertinggi di USD 2.942,70 pada 11 Februari lalu.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan mata uang tersebut terhadap sejumlah mata uang utama dunia, mendekati level terendah dalam dua bulan terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah rilis data ekonomi AS yang lebih lemah dari ekspektasi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp8.000 per Gram, Simak Rinciannya
Menurut analis senior OANDA untuk Asia Pasifik, Kelvin Wong, ketidakpastian mengenai kebijakan tarif Presiden Trump terhadap mitra dagang utama menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga emas. Trump berencana memberlakukan tarif impor tinggi terhadap mobil, yang dijadwalkan mulai berlaku pada 2 April mendatang.
Dolar yang lebih lemah membuat emas batangan lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan terhadap logam mulia ini.
Di sisi lain, investor juga tengah memantau perundingan antara pejabat AS, Rusia, dan Ukraina yang akan digelar di Arab Saudi dalam beberapa hari mendatang.
Baca juga: Harga Emas Antam Turun Rp23.000, Berikut Rinciannya
Tim Waterer, kepala analis pasar KCM Trade, menyebut bahwa jika negosiasi ini menghasilkan kesepakatan damai yang mengakhiri perang, permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas bisa berkurang.
“Namun, dengan masih adanya kekhawatiran terkait kebijakan tarif dan inflasi, emas tetap memiliki potensi untuk menguat meskipun arus masuk ke aset safe-haven berkurang,” jelasnya.
Sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, emas kerap menjadi pilihan utama investor dalam kondisi global yang tidak menentu.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp23.000, Berikut Rinciannya
Sebelumnya, harga emas sempat mengalami tekanan akibat aksi ambil untung. Pada Jumat (14/2/2025), emas turun di bawah USD 2.900, meskipun secara mingguan masih mencatat kenaikan lebih dari 0,80%.
Menurut analis Dupoin Indonesia, Andy Nugraha, tren bullish pada emas mulai melemah berdasarkan analisis pola candlestick dan indikator Moving Average.
“Jika tren bullish kembali menguat, harga emas berpotensi naik hingga USD 2.922. Namun, jika terjadi pembalikan tren (reversal), harga bisa turun ke level USD 2.880 sebagai target penurunan terdekat,” paparnya dalam keterangan tertulis pada Senin (17/2/2025).
Salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan emas adalah pelemahan dolar AS setelah data ekonomi AS menunjukkan hasil beragam. Indeks dolar AS mencapai posisi terendah tahunan, sementara imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun enam basis poin ke level 4,472%.
Selain itu, data penjualan ritel AS yang melemah pada Januari turut menekan nilai dolar, yang secara historis dapat mendukung kenaikan harga emas.
Namun, aksi ambil untung oleh para investor serta ketidakpastian kebijakan perdagangan AS dapat membatasi lonjakan harga logam mulia ini. Presiden Trump masih mempertimbangkan penerapan kebijakan tarif timbal balik, tetapi menunda pelaksanaannya untuk membuka ruang negosiasi dengan negara-negara mitra dagang.
Jika ketegangan perdagangan global meningkat, permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven dapat kembali melonjak, memberikan potensi kenaikan harga dalam jangka pendek.
Di sisi lain, kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) juga menjadi faktor yang diawasi pasar. Setelah data ekonomi AS yang lemah, investor mulai memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih dari satu kali dalam waktu dekat. Jika hal ini terjadi, emas dapat memperoleh momentum bullish yang lebih kuat.
Dengan kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, harga emas saat ini berada dalam fase krusial. Jika berhasil menembus level USD 2.922, potensi kenaikan lebih lanjut masih terbuka lebar. (tim)












