EKSPOSTIMES.COM- Sejumlah negara memutuskan untuk memblokir DeepSeek dengan alasan keamanan data dan privasi pengguna. Namun, Indonesia masih mempertimbangkan langkah yang akan diambil terkait chatbot berbasis AI tersebut.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengamati perkembangan DeepSeek sebagai bagian dari inovasi teknologi.
“Kami melihat bahwa DeepSeek bisa menjadi salah satu alternatif. Sebagai negara yang tengah mengembangkan kecerdasan buatan, Indonesia terbuka untuk mempelajari berbagai perkembangan yang terjadi,” ujar Nezar usai menghadiri acara Penandatanganan Hibah dari Pemerintah Kabupaten Bekasi kepada Komdigi di Jakarta, Senin (17/2/2025).
Kekhawatiran terhadap DeepSeek bukan tanpa alasan. Beberapa negara telah melakukan pemblokiran karena adanya dugaan risiko kebocoran data dan potensi keterkaitan dengan pemerintah China. Kebijakan privasi DeepSeek menyebutkan bahwa data pengguna disimpan di China, di mana undang-undang setempat mengharuskan perusahaan untuk berbagi informasi dengan otoritas jika diminta.
Amerika Serikat telah melarang penggunaan DeepSeek pada perangkat dan jaringan pemerintah di beberapa negara bagian, seperti Texas dan New York. Keputusan serupa juga diambil oleh Australia, Korea Selatan, Irlandia, dan India dengan alasan perlindungan data pengguna.
Meski demikian, Indonesia masih membuka ruang diskusi terkait kehadiran DeepSeek. Pemerintah berupaya menyeimbangkan antara pemanfaatan teknologi AI dan perlindungan data nasional sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. (tim)












