Ekonomi & BisnisNasional

Harga Emas Terkoreksi Setelah Rekor Baru, Perang Dagang Jadi Pemicu

×

Harga Emas Terkoreksi Setelah Rekor Baru, Perang Dagang Jadi Pemicu

Sebarkan artikel ini
Harga emas hari ini
Harga emas hari ini

EKSPOSTIMES.COM- Harga emas mengalami koreksi setelah mencapai rekor tertinggi baru. Kekhawatiran akan perang dagang membuat sebagian investor memilih untuk taking profit, memanfaatkan lonjakan harga sebelumnya untuk merealisasikan keuntungan.

Pada perdagangan Selasa (11/2/2025), harga emas di pasar spot turun 0,34% ke level US$2.897,56 per troy ons. Padahal, sebelumnya emas sempat menyentuh rekor tertinggi di US$2.942,7 per troy ons dalam sesi perdagangan intraday. Pelemahan ini juga membuat harga emas kembali jatuh dari level US$2.900 per troy ons.

Sehari sebelumnya, emas mencatat rekor baru dan sebelumnya juga mencetak reli selama lima hari beruntun pada akhir Januari hingga awal Februari 2025.

Pada perdagangan Rabu (12/2/2025) pagi, harga emas nyaris stagnan. Pukul 06.06 WIB, harga emas spot tercatat naik tipis 0,01% ke posisi US$2.897,92 per troy ons.

Penurunan harga emas kemarin dipicu oleh aksi taking profit oleh para investor setelah harga emas mencapai titik tertinggi. Namun, sebagian investor masih optimistis harga emas akan tetap naik, terutama di tengah ancaman perang dagang global yang kembali memanas.

Menurut data Yahoo Finance, pada Rabu (12/2/2025), harga emas spot turun 0,1% ke US$2.904,87 per ons, setelah sebelumnya menyentuh puncak US$2.942,70. Sementara itu, harga emas berjangka AS juga turun 0,1%, ditutup di US$2.932,60.

Faktor utama yang membayangi pasar emas saat ini adalah keputusan Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif impor baja dan aluminium menjadi 25%, tanpa pengecualian. Langkah ini bertujuan untuk mendukung industri dalam negeri AS, tetapi juga berpotensi memicu perang dagang yang lebih luas.

Di sisi lain, investor juga mengawasi data inflasi AS yang dapat memberikan petunjuk tentang kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Jajak pendapat menunjukkan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan menunda pemangkasan suku bunga hingga kuartal berikutnya.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga, mengingat kondisi ekonomi AS yang masih cukup kuat dan inflasi yang berada di atas target 2%.

Sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas biasanya diminati ketika harga barang dan jasa naik. Namun, suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Menurut analis pasar Wyckoff, pernyataan terbaru dari Trump menciptakan ketidakpastian yang dapat menjaga harga emas tetap tinggi. Koreksi harga emas yang terjadi saat ini bisa dilihat oleh investor optimistis sebagai peluang untuk membeli emas pada harga lebih rendah.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami pelemahan: perak turun 0,4% ke US$31,92 per ons; platinum melemah 0,8% ke US$986,03 per ons dan palladium turun 0,3% ke US$980,25 per ons.

Di tengah ketidakpastian global dan kebijakan ekonomi yang terus berkembang, pergerakan harga emas dan logam mulia lainnya masih akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar. (met/cnbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d