EKSPOSTIMES.COM– Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengukuhkan 76 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (16/8/2026). Para putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia tersebut akan menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
Pengukuhan dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Turut hadir Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyi Budi Revita, serta jajaran pimpinan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Prosesi pengukuhan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta. Selanjutnya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi membacakan ikrar yang kemudian diikuti oleh seluruh anggota Paskibraka.
Di balik pengukuhan tersebut, terdapat perjuangan panjang yang dilalui para anggota Paskibraka sebelum akhirnya dipercaya membawa nama daerah masing-masing di tingkat nasional.
Muhammad Furqoen Hakim, perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengungkapkan proses seleksi yang dilaluinya berlangsung cukup panjang. Ia harus melewati tahapan seleksi mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, provinsi hingga verifikasi tingkat pusat.
“Prosesnya banyak banget, Kak. Yang pertama itu dari proses seleksi sekolah, seleksi Kabupaten, provinsi, dan juga verifikasi tingkat pusat kemarin,” jelas Furqoen.
Perjuangan tersebut tidak hanya menguji kemampuan fisik dan kedisiplinan, tetapi juga mental. Angelica Theona Putri, perwakilan Jawa Timur, mengaku sempat merasa minder ketika melihat peserta lain yang dinilainya memiliki kemampuan lebih baik.
“Saya sendiri kurang percaya diri, udah minder duluan ngelihat teman yang lebih baik dari saya. Saya kayak, ah pasti nggak bisa. Ternyata bisa ngelawan ketidakpercayaan diri itu, berhasil,” tuturnya.
Pengalaman serupa dirasakan Gladys Manuella Aibekob dari Papua Tengah. Ia mengaku sempat diliputi keraguan, tetapi memilih terus berusaha hingga akhirnya berhasil terpilih sebagai anggota Paskibraka Nasional.
“Awalnya saya ragu, namun saya terus berusaha dan mencoba untuk hilangkan rasa ragu itu,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut juga menjadi kebanggaan bagi daerah yang mereka wakili. Julita Rita Lestari dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengaku bangga karena akhirnya daerahnya kembali mengirimkan perwakilan ke tingkat pusat setelah penantian panjang.
Kini, perjuangan mereka memasuki tahap berikutnya. Para anggota Paskibraka harus menjaga kondisi fisik, mental, disiplin, dan kesiapan sebelum menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 RI.
Gladys mengatakan dirinya mulai menjaga pola makan dan mempersiapkan perlengkapan agar dapat tampil maksimal.
Sementara itu, Ismi Ulfaida, perwakilan Sulawesi Barat dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, memilih menjaga kebugaran dengan tetap fokus berlatih, menjaga kesehatan, serta mengatur waktu tidur.
“Tetap fokus latihan, menjaga kesehatan, tidur teratur,” pungkas Ismi.
Pengukuhan 76 anggota Paskibraka ini menjadi penanda kesiapan generasi muda dari berbagai penjuru Indonesia untuk menjalankan salah satu tugas kehormatan dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (rizky)












