EKSPOSTIMES.COM- Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sulawesi Utara menggelar bakti religi secara serentak di sejumlah rumah ibadah lintas agama di Kota Manado, Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan kerja sebagai bentuk pengabdian sosial sekaligus memperkuat semangat toleransi antarumat beragama.
Sejak pagi, personel Polda Sulut diterjunkan ke gereja, masjid, klenteng, dan pura untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan rumah ibadah. Kegiatan meliputi pemotongan rumput, pembersihan halaman dan taman, penataan fasilitas, hingga pengangkutan barang inventaris.
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran bakti religi antara lain Gereja Katolik St. Yosep Kleak, Gereja Katolik Sta. Theresia Malalayang, Gereja GMIM Bethesda Sario, Gereja GMIM Imanuel Wanea, Gereja GMIM Imanuel Bahu, Masjid Nurul Jihad, Masjid Aspol Sario, Klenteng Ban Hin Kiong, dan Pura Jagadhita Taas Manado.
Di Gereja Katolik St. Yosep Kleak, personel membersihkan area taman dan halaman gereja. Sementara di Gereja Katolik Sta. Theresia Malalayang, anggota membantu memindahkan panggung besi serta menata perlengkapan gereja. Kegiatan serupa dilakukan di sejumlah gereja lainnya dengan fokus pada penataan dan kebersihan lingkungan.
Di Masjid Nurul Jihad dan Masjid Aspol Sario, personel membersihkan area dalam dan luar masjid agar lebih nyaman digunakan jamaah. Sedangkan di Klenteng Ban Hin Kiong dan Pura Jagadhita, anggota melakukan pembersihan halaman serta lingkungan sekitar tempat ibadah.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengatakan, bakti religi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan Polda Sulut dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
“Melalui bakti religi ini, Polri ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sosial dan fasilitas publik, termasuk rumah ibadah,” kata Alamsyah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan persatuan yang selama ini menjadi kekuatan Sulawesi Utara.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari pengurus rumah ibadah. Kehadiran personel Polda Sulut dinilai membantu menciptakan lingkungan tempat ibadah yang lebih bersih, nyaman, dan layak digunakan oleh umat. (tim)













