EKSPOSTIMES.COM- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika/BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang, dengan puncak terjadi pada Agustus. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, terutama di wilayah selatan khatulistiwa.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, awal kemarau mulai terasa sejak April dan meluas pada Mei hingga Juni, dimulai dari kawasan timur Indonesia.
Wilayah yang lebih dahulu memasuki kemarau meliputi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, pesisir hingga dataran tinggi Pulau Jawa, serta sebagian selatan Pulau Sumatera.
“Puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus, dengan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kondisi tersebut pada periode itu,” kata Faisal usai rapat bersama Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senin (13/4).
Menurut dia, pada Juli Indonesia akan mulai dipengaruhi fenomena El Nino lemah hingga moderat. Dampaknya, musim kemarau cenderung lebih kering dibandingkan rerata klimatologis dalam 30 tahun terakhir.
BMKG menyoroti wilayah selatan khatulistiwa sebagai kawasan paling terdampak, dengan potensi durasi kekeringan yang lebih panjang. Selain itu, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa hujan masih mungkin terjadi selama periode kemarau. Dalam definisi klimatologis, suatu wilayah tetap dikategorikan kemarau jika curah hujan berada di bawah ambang 150 milimeter per bulan.
Dengan pola pergeseran musim yang lebih cepat, sekitar separuh zona musim di Indonesia diperkirakan telah memasuki kemarau sejak April. Kondisi ini juga akan memengaruhi cuaca saat Idul Adha, yang di sejumlah wilayah diperkirakan berlangsung dalam situasi kering.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, terutama terkait pengelolaan air dan pencegahan karhutla di wilayah rawan. (dtc/christian)













