EKSPOSTIMES.COM- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi telah terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 8,7 pada Rabu (30/7) pukul 06:24:50 WIB di dekat pesisir timur Kamchatka, Rusia. Episenter gempa berada di koordinat 52,51° LU dan 160,26° BT dengan kedalaman 18 kilometer.
BMKG menyebut gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami, termasuk bagi wilayah Indonesia. Berdasarkan hasil analisis, terdapat status Waspada tsunami (ketinggian di bawah 0,5 meter) di 10 wilayah Tanah Air, salah satunya adalah wilayah hukum Polda Gorontalo. Tsunami diperkirakan tiba di wilayah pesisir Bonebolango sekitar pukul 14:52:24 WITA.
Menyikapi situasi ini, Kapolda Gorontalo melalui Kabid Humas Kombes Pol Desmont Harjendro S.I.K., M.T., mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, agar tetap tenang namun waspada.
“Warga khususnya yang tinggal di pesisir pantai diminta untuk tetap tenang, waspada, dan menjauh dari pantai menuju tempat yang lebih aman,” ujar Kombes Desmont dalam keterangannya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar hanya mengakses informasi resmi dari BMKG, dan tidak terpengaruh oleh berita-berita yang belum terverifikasi.
“Hentikan sementara aktivitas di laut hingga ada pengumuman resmi lebih lanjut. Ikuti arahan petugas di lapangan. Ini penting demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, personel Polres Bonebolango dan Polsek jajaran telah diterjunkan untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat di titik-titik rawan, termasuk pesisir pantai, pelabuhan, sekolah, dan permukiman warga.
“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk kesiapsiagaan evakuasi bila diperlukan. Dan mari kita sama-sama berdoa agar daerah kita dijauhkan dari bencana,” tutup Kombes Desmont.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait dampak gelombang tsunami di Gorontalo. BMKG dan aparat setempat terus memantau perkembangan situasi. (*/tim)













