Hukum & Kriminal

Mahasiswi UNIMA Tewas Gantung Diri, Surat Dugaan Pelecehan Dosen Beredar, Kampus Disorot Publik

×

Mahasiswi UNIMA Tewas Gantung Diri, Surat Dugaan Pelecehan Dosen Beredar, Kampus Disorot Publik

Sebarkan artikel ini
Mahasiswi UNIMA tewas gantung diri di Tomohon. Surat dugaan pelecehan dosen beredar, memicu sorotan publik dan desakan transparansi kampus.
Surat dugaan pelecehan dosen beredar, memicu sorotan publik dan desakan transparansi kampus.

EKSPOSTIMES.COM- Seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) bernama Elvia (22), ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Kelurahan Matani I, Kecamatan Tomohon Tengah, Selasa (30/12/2025). Elvia, mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), diduga meninggal akibat gantung diri.

Peristiwa ini menyita perhatian publik setelah beredar surat tulisan tangan korban yang memuat pengaduan dugaan pelecehan seksual oleh seorang dosen di lingkungan kampus. Surat tersebut bertanggal 16 Desember 2025, atau sekitar dua pekan sebelum Elvia ditemukan meninggal.

Dalam surat yang ditujukan kepada pimpinan fakultas, Elvia menguraikan kronologi dugaan pelecehan yang disebut dilakukan oleh Dany Masinambouw, dosen di UNIMA. Ia meminta perlindungan serta penanganan serius atas laporan yang disampaikannya.

Isi surat itu menunjukkan kondisi psikologis korban yang tertekan. Elvia menuliskan rasa takut, trauma, serta kekhawatiran menghadapi relasi kuasa di lingkungan akademik. Ia juga menyebut dampak mental yang dialaminya dan ketidaknyamanan berada di lingkungan kampus selama proses perkuliahan berlangsung.

Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian Elvia. Belum ada kesimpulan resmi terkait hubungan langsung antara dugaan pelecehan dan kematian korban. Namun, keberadaan surat pengaduan tertulis sebelum korban meninggal menimbulkan pertanyaan serius mengenai respons dan mekanisme perlindungan di lingkungan kampus.

Gelombang reaksi pun muncul dari berbagai kalangan. Aktivis perempuan, mahasiswa, dan alumni UNIMA mendesak pihak kampus membuka secara transparan proses penanganan laporan tersebut. Mereka juga meminta pembentukan tim independen serta penonaktifan sementara pihak terlapor guna menjamin objektivitas penyelidikan.

“Jika laporan sudah disampaikan secara tertulis namun tidak ditindaklanjuti secara memadai, itu menunjukkan kegagalan sistem perlindungan di kampus,” ujar seorang aktivis perempuan di Sulawesi Utara, Selasa (29/12/2025).

Sampai berita ini diturunkan, pihak Universitas Negeri Manado belum memberikan keterangan resmi mengenai isi surat pengaduan, status penanganan laporan yang disampaikan Elvia, maupun langkah-langkah perlindungan yang pernah dilakukan terhadap korban.

Kasus ini menempatkan UNIMA dalam sorotan publik. Tragedi kematian Elvia tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan pribadi, melainkan sebagai ujian bagi tanggung jawab moral dan institusional perguruan tinggi dalam menjamin keamanan serta keselamatan mahasiswa di lingkungan akademik.

Surat yang ditinggalkan Elvia kini menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa yang tengah diselidiki. Publik menanti penjelasan terbuka dan langkah konkret dari pihak kampus. (rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d