Berita UtamaPolitik & Pemerintahan

Gubernur YSK “Wisata Jabatan” ke Toraja, Warga Sulut Geram: Harga Sembako Naik, Jalan Rusak, Gub Malah Pasiar

×

Gubernur YSK “Wisata Jabatan” ke Toraja, Warga Sulut Geram: Harga Sembako Naik, Jalan Rusak, Gub Malah Pasiar

Sebarkan artikel ini
GUBERNUR Sulut Yulius Selvanus Komaling disorot publik usai menjalani tur seremonial ke Toraja di tengah krisis ekonomi dan jalan rusak di Sulut.

EKSPOSTIMES.COM- Sementara warga Sulawesi Utara (Sulut) menjerit menghadapi harga sembako yang melambung dan jalan provinsi yang berubah jadi kubangan, Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) justru tampak asyik keliling kampung halaman orang tuanya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Ya, bukan agenda mendesak soal krisis rakyat yang diburu, tapi “tur dinas” penuh seremoni yang dipilih Gubernur Sulut ini. Selama 7 hari penuh, mulai Senin 7 Juli 2025 hingga Jumat 11 Juli 2025, YSK menjalani agenda yang lebih mirip itinerary wisata VIP ketimbang tugas kepala daerah.

Mulai dari peresmian penerbangan Manado-Toraja, ikut Rambu Solo, hadiri gala dinner, pesta rakyat, atraksi seni hingga “syukuran” akbar. Semua ada, kecuali solusi untuk penderitaan rakyat Sulut.

Tak heran, aksi ini memicu gelombang kritik pedas dari publik. Video kedatangan YSK di Toraja viral dan langsung dibanjiri komentar bernada marah, kecewa, hingga sindiran tajam.

Novembry R. Massie menuliskan, “Ini Gubernur ba calon di Toraja atau di Sulut? Coba kua bapak urus dulu ini Sulut… bahan pokok so naik jaha-jaha!”

Sementara, akun Randi Mandias menyindir gaya YSK yang dinilai minim kerja nyata.

“Gub sebelumnya hobby ba kobong, yang ini hobby ba pontar! 100 hari kerja cuma keliling,” tulisnya.

Hendra Kalensun tak ketinggalan menertawakan. “100 hari kerja… yang maju Toraja. Wkwkwk.”

Akun Ntsya Niks lebih keras:

“Pak Gub ada ba calon di Sulut mar ja urus tanah kelahiran. Napa jalan-jalan di Sulut so lobang-lobang coba blusukan dulu pak kong cek kua yah, ada kua pilihan dua calon orang asli Sulut, ngoni pi pilih orang luar terima konsekuensi ya guys yaaa,”

Jhe Desain Interio menambahkan:

“Sebagi masyakarat Sulut yang hebat,,, memilih Gubernur bukan dari daerah Sulut,,,, napa bahan pokok so nintau diri depe harga,,, Eee pak Gubernur pasiar ke tanah Toraja.”

Novi Taliwongso menyesalkan absennya perhatian pada kondisi infrastruktur:

“Gub dengan Wakil kang ada pigi.. Mantap hampir sekian persen jalan Provinsi rusak parah.. Tamba ini sembako nae terus.”

Sedangkan Jelita Korua menampar gaya kerja seremonial YSK:

“Cuma abis di kunjungan-kunjungan, amper samua warga do so ba komplen mar caa tetap gass bapontar truss, seremonial terus duduk badiri siap grak hormat nae pesawat nginap hotel pulang rumah tidor, bagitu trus wee.”

Kunjungan penuh simbol dan selfie itu kini jadi bumerang politik. Rakyat Sulut menuntut kehadiran pemimpin, bukan pelancong berseragam dinas. Di saat dapur rakyat nyaris tak mengepul, pemimpin mereka malah tampil di atas panggung budaya luar daerah.

YSK mungkin berpikir sedang menorehkan jejak sejarah, tapi di mata rakyat Sulut, ia justru sedang menjauh dari amanat. (len)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d