Politik & Pemerintahan

Kementan Genjot Pertanian Modern di Indramayu, Targetkan 50 Ribu Hektare Tanam, Siap Dongkrak Swasembada Nasional

×

Kementan Genjot Pertanian Modern di Indramayu, Targetkan 50 Ribu Hektare Tanam, Siap Dongkrak Swasembada Nasional

Sebarkan artikel ini
Swasembada Beras Nasional Tertinggi Sejak 1969
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

EKSPOSTIMES.COM- Revolusi pertanian modern kini bergerak cepat di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kementerian Pertanian (Kementan) RI di bawah komando Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, tengah mengakselerasi perubahan sistem tanam tradisional menuju pertanian cerdas berbasis teknologi.

Fokus utama perubahan ini terlihat jelas di Kecamatan Bangodua, yang semula hanya memiliki 10 ribu hektare lahan tanam aktif, kini melonjak drastis menjadi 30 ribu hektare. Bahkan, dengan dukungan penuh dari pusat, angka ini ditargetkan menyentuh 50 ribu hektare dalam waktu dekat.

Baca Juga: Sulut Genjot Perluasan Lahan Pertanian Berkelanjutan, Targetkan Swasembada Pangan 2025

“Semua ini mungkin karena teknologi. Alsintan seperti traktor modern, pompa air, rice transplanter, dan combine harvester mempercepat seluruh proses: dari olah tanah hingga panen,” tegas Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, dalam kunjungan kerjanya ke Bangodua, Senin (12/5/2025).

Untuk memastikan program percepatan tanam berjalan tanpa hambatan, Ditjen PSP membentuk Satuan Tugas Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan yang dikomandoi langsung oleh Sekretaris Ditjen PSP. Satgas ini bertugas mempercepat distribusi dan pemanfaatan alat mesin pertanian agar semua bantuan pemerintah dapat langsung menyentuh lahan petani.

Sugeng, perwakilan Ditjen PSP di lapangan, menyatakan optimisme penuh bahwa target tanam 50 ribu hektare akan tercapai.

“Dengan tambahan benih dari Ditjen Tanaman Pangan, dan dukungan penuh dari petani, capaian ini bukan mustahil,” ujarnya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional Kementan untuk menambah luas tanam padi secara nasional hingga mencapai 1,6 juta hektare selama Mei 2025. Khusus Jawa Barat, target awal sebesar 200 ribu hektare kini meningkat signifikan menjadi 352 ribu hektare berkat intervensi intensif Kementan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sejak akhir 2023, pihaknya telah melakukan berbagai langkah nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Mulai dari penambahan alokasi pupuk subsidi, penguatan mekanisasi, hingga digitalisasi sistem pertanian.

“Kalau irama percepatan ini terus terjaga, bukan hanya swasembada. Indonesia siap jadi negara eksportir beras baru. Produksi meningkat, petani untung, dan cadangan nasional makin kuat,” tegas Amran.

Baca Juga: Presiden Prabowo Uji Coba Drone Pertanian di Ogan Ilir, Produktivitas Padi Melonjak hingga 25 Kali Lipat!

Transformasi pertanian di Indramayu menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, teknologi modern, dan semangat petani bisa mendorong realisasi swasembada pangan di era Presiden Prabowo Subianto.

Dengan optimisme tinggi dan langkah konkret di lapangan, Kementan percaya bahwa pertanian Indonesia akan melangkah lebih jauh, bukan hanya memberi makan negeri sendiri, tapi juga dunia. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d