EKSPOSTIMEE.COM — RB Leipzig harus berjuang keras untuk mempertahankan kemenangan penting 3-2 atas VfL Wolfsburg dalam laga pembuka Matchday ke-29 Bundesliga di Volkswagen Arena.
Dua gol dari Xavi Simons dan satu dari Loïs Openda sempat membawa Leipzig unggul nyaman 3-0, namun kebangkitan Wolfsburg nyaris membuat Leipzig kehilangan tiga poin yang telah di genggaman.
Laga ini bukan hanya soal klasemen, tapi juga bernuansa emosional. Pelatih Wolfsburg Ralph Hasenhüttl menghadapi mantan anak didiknya, Zsolt Löw, yang kini menjabat sebagai pelatih sementara Leipzig. Keduanya pernah bekerja bersama saat membangun fondasi awal sukses Leipzig beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Leipzig Kalahkan Hoffenheim 3-1 dalam Debut Dramatis Lőw di Bundesliga
Leipzig membuka laga dengan penuh intensitas. Gol cepat tercipta pada menit ke-11 ketika Loïs Openda memanfaatkan kesalahan dari lini belakang Wolfsburg.
Penyerang asal Belgia itu melepaskan tembakan jarak jauh dari sekitar 24 meter yang melesat mulus ke gawang Kamil Grabara. Gol ini menandai gol ke-17 Openda musim ini dan memperlihatkan kelas serta kepercayaan diri sang striker.
Tekanan Leipzig tidak mereda. Pada menit ke-26, Xavi Simons menggandakan keunggulan tim tamu lewat aksi individunya.
Gelandang muda asal Belanda itu melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti ke sudut atas gawang, membuat Grabara hanya bisa terpaku.
Leipzig tampil efektif dan tajam, menguasai jalannya pertandingan meski sesekali diganggu perlawanan sporadis dari tuan rumah.
Wolfsburg sebenarnya tidak tanpa peluang. Bence Dardai hampir mencetak gol balasan pada menit ke-22, namun tembakannya hanya membentur tiang gawang.
Sial bagi Wolfsburg, keberuntungan belum berpihak saat Jakub Kamiński juga ketika tendangannya membentur mistar sebelum turun minum.
Babak kedua dimulai dengan cara yang hampir sempurna bagi Leipzig. Baru empat menit setelah jeda, Xavi kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Kali ini, ia menunjukkan ketenangannya di kotak penalti sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tak bisa dibendung Grabara.
Skor 3-0 sempat membuat Leipzig tampak akan meraih kemenangan telak.
Namun, Wolfsburg tidak menyerah. Mereka mulai menemukan ritme dan memanfaatkan kelengahan Leipzig.
Gol pertama tuan rumah datang pada menit ke-58 melalui Kilian Fischer. Pemain muda tersebut melepaskan tembakan jarak jauh akurat yang menembus sudut bawah gawang Péter Gulácsi, sekaligus menandai gol perdananya di Bundesliga.
Momentum bergeser. Wolfsburg semakin percaya diri dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 pada menit ke-75 lewat Andreas Skov Olsen.
Serangan cepat dan penyelesaian jitu dari sang winger membuat publik tuan rumah kembali bergemuruh, menciptakan atmosfer menegangkan di 15 menit akhir pertandingan.
Leipzig berusaha menstabilkan permainan lewat pergantian pemain. Sementara itu, Wolfsburg menekan habis-habisan di sisa waktu.
Yannick Gerhardt nyaris mencetak gol penyeimbang melalui tendangan voli keras, namun Gulácsi tampil gemilang dengan penyelamatan refleks luar biasa.
Hingga peluit akhir dibunyikan, Leipzig berhasil mempertahankan keunggulan mereka dan membawa pulang tiga poin penting dalam perburuan posisi empat besar Bundesliga. Hasil ini juga memperpanjang catatan positif Leipzig dalam lima laga terakhir.
Pelatih Leipzig, Zsolt Löw, menyebut kemenangan ini sebagai hasil dari “mentalitas juara” timnya.
“Kami menunjukkan determinasi, khususnya dalam menahan tekanan di akhir laga. Xavi dan Openda tampil luar biasa, tapi semua pemain layak dipuji atas perjuangan mereka,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Dengan hasil ini, Leipzig mengokohkan posisinya di papan atas, sementara Wolfsburg harus kembali mengevaluasi performa mereka yang masih inkonsisten, meski menunjukkan semangat juang yang patut diapresiasi. (*/Red)













