Peristiwa

Tragedi Helikopter Tanah Bumbu, Tim DVI Minta Media Hargai Luka Keluarga Korban

×

Tragedi Helikopter Tanah Bumbu, Tim DVI Minta Media Hargai Luka Keluarga Korban

Sebarkan artikel ini
Tim DVI Polda Kalsel bekerja mengidentifikasi korban jatuhnya helikopter BK117 D3 di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

EKSPOSTIMES.COM – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban jatuhnya helikopter BK117 D3 di kawasan hutan Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dari delapan korban jiwa, lima jasad hingga kini masih dalam proses identifikasi, dengan kondisi sebagian tubuh rusak parah akibat terbakar.

Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr Muhammad El Yandiko, mengingatkan media agar berhati-hati dalam menyampaikan informasi terkait kondisi korban.

“Kami minta agar media menjaga perasaan keluarga korban. Jika ingin mempublikasikan identitas sesuai kondisi jasad, sebaiknya meminta izin keluarga terlebih dahulu,” tegasnya, Sabtu (6/9) malam di Banjarmasin.

Peringatan itu bukan tanpa alasan. Dari lima jasad yang telah dievakuasi, hanya satu yang ditemukan utuh, satu hampir utuh, satu mendekati hampir utuh, sementara sisanya ditemukan dalam kondisi terpotong-potong dan hangus terbakar. Kondisi memilukan ini membuat Tim DVI bekerja ekstra hati-hati, tidak hanya secara forensik, tetapi juga dalam menjaga sensitivitas keluarga yang tengah berduka.

“Beberapa jasad memang mengalami kerusakan parah. Karena itu, kami berharap media bisa membantu menjaga martabat korban dan perasaan keluarga mereka,” ujar Yandiko.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menegaskan bahwa tim DVI akan terus berupaya maksimal.

“Mohon doanya agar tim segera bisa mengidentifikasi lima jasad yang belum teridentifikasi,” katanya.

Hingga Sabtu (6/9), tiga korban warga negara asing (WNA) telah berhasil dikenali, sementara lima korban warga negara Indonesia (WNI) masih dalam proses identifikasi.

Adapun para korban tragedi ini antara lain Kapten Haryanto (pilot asal Batam, Kepulauan Riau), teknisi Hendra Darmawan (Luwu, Sulawesi Selatan), serta enam penumpang: Mark Werren (Australia), Santha Kumar Prabhakaran (India), Claudine Pereira Quito (Brasil), Iboy Irfan Rosa (Kuantan Singingi, Riau), Yudi Febrian Rahman (Pekanbaru, Riau), dan Andys Rissa Pasulu (Balikpapan, Kalimantan Timur).

Tragedi bermula saat helikopter hilang kontak pada Senin (1/9) pukul 08.54 WITA. Setelah pencarian intensif, Tim SAR menemukan bangkai helikopter pada Rabu (3/9) pukul 14.45 WITA di tengah hutan lebat, sekitar 700 meter dari titik koordinat yang sebelumnya diberikan KNKT. Seluruh jasad berhasil dievakuasi pada Kamis (4/9) malam pukul 21.50 WITA.

Di balik keberhasilan evakuasi, masih ada pekerjaan berat mengungkap identitas korban dan menjaga martabat mereka. Bagi keluarga, tragedi ini bukan sekadar kehilangan, melainkan luka yang butuh penghormatan. Dan bagi media, tragedi ini adalah ujian apakah berita disampaikan dengan sensasi, atau dengan empati. (*/Sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d