EKSPOSTIMES.COM- Malam Minggu di Jakarta mendadak berubah menjadi panggung euforia tak terlupakan. Di bawah cahaya sorot yang menggantung megah di Jakarta International Velodrome, tim nasional voli putra Indonesia menulis sejarah baru.
Dalam laga penuh drama, penuh tensi, penuh teriakan suporter yang membakar udara, skuad Garuda menumbangkan kekuatan Thailand lewat pertarungan lima set menegangkan: 27-29, 25-15, 25-23, 22-25, dan 15-13.
Baca Juga: Pertempuran Lima Set, Timnas Voli Indonesia Taklukkan Vietnam, Jalan Menuju Takhta Masih Terbuka
Tak ada yang mudah dari malam ini. Set pertama adalah ujian nyali. Meski sempat unggul dan tampil solid, Indonesia harus mengakui ketangguhan Thailand yang mencuri set pembuka lewat adu mental yang melelahkan 29-27. Tapi bukannya tumbang, Rivan Nurmulki dan kawan-kawan justru bangkit seperti badai.
Set kedua adalah ledakan kebangkitan. Indonesia menggempur dengan kompak, dan Thailand seakan kehilangan arah. Skor telak 25-15 menjadi jawaban atas keraguan.
Ketegangan kembali memuncak di set ketiga. Lewat kombinasi serangan dari Boy Arnez Arabi dan kepiawaian Jasen Nathanel di setter, Indonesia memegang kendali.
Meski dibayangi perlawanan sengit, mereka berhasil menutup set ini 25-23 penonton bersorak, pelatih Jeff Jiang Jie berdiri mengepalkan tangan.
Namun Thailand bukan lawan sembarangan. Set keempat menjadi bukti bahwa mereka masih punya nyali. Skor ketat, saling susul, dan akhirnya Indonesia lengah di detik-detik krusial.
Thailand mencuri set dengan 25-22. Skor imbang. Emosi meluap. Semua terhenti sejenak untuk satu hal, set penentuan.
Set kelima adalah medan perang sesungguhnya. Sorakan, detak jantung, dan keringat bercampur jadi satu. Indonesia tancap gas lebih dulu, unggul 11-6 berkat servis tajam dan smash keras dari Rivan.
Thailand mencoba mengejar, tapi tekanan begitu berat. Hingga akhirnya servis Thailand gagal, bola tak melintasi net. Velodrome meledak. Indonesia menang 15-13. Gelar juara di tangan.
Dengan kemenangan ini, Indonesia tak hanya menyapu bersih empat laga di putaran kedua SEA V League 2025, tapi juga memastikan status sebagai kampiun juara tak terbantahkan. Ini adalah gelar ketiga tim Merah Putih, menyamai rekor Thailand sebagai negara tersukses sepanjang sejarah turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut.
Tak hanya meraih trofi, para pemain Indonesia juga memborong penghargaan individu. Boy Arnez Arabi tampil garang dan diganjar gelar Most Valuable Player sekaligus outside hitter terbaik.
Rivan Nurmulki meraih predikat opposite terbaik, dan Jasen Nathanel Kinanta menutup dominasi dengan menyabet gelar setter terbaik.
Dari Jakarta untuk Asia Tenggara, Garuda telah terbang tinggi. Dan malam itu, langit Velodrome menjadi saksi, Indonesia adalah raja baru voli ASEAN.








