EKSPOSTIMES.COM– Laut di sekitar Pulau Talise, Sulawesi Utara, mendadak menjadi lautan kepanikan. Kapal Motor (KM) Barcelona VA, yang mengangkut puluhan penumpang, dilalap api saat berlayar, Minggu (20/7) siang. Jeritan minta tolong, suara ledakan kecil, dan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi menjadi saksi bisu betapa gentingnya situasi.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung turun tangan. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengungkapkan bahwa kapal milik PT Surya Pacific Indonesia itu tengah berlayar dari Melonguane menuju Manado, saat insiden terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, tepat di titik koordinat 01°48.510’N / 125°00.701’E.
Baca Juga: Kapolda Sulut Turun Langsung Evakuasi Penumpang KM Barcelona V A yang Terbakar di Perairan Talise
“Awalnya kapal dijadwalkan berangkat Sabtu malam pukul 18.00 WITA, namun terpaksa ditunda karena cuaca buruk. Baru berlayar Minggu dini hari pukul 01.00,” jelas Masyhud dalam keterangan resmi yang diterima Senin (21/7).
Namun takdir berkata lain. Beberapa jam setelah berlayar, api mulai menjalar dari dalam lambung kapal. Diduga kuat, percikan api memicu kebakaran besar yang dengan cepat melahap badan kapal. Kepanikan tak terhindarkan. Sebagian penumpang dilaporkan sempat melakukan siaran langsung di media sosial, menambah kegentingan situasi yang menyebar luas dalam hitungan menit.
Kemenhub segera mengerahkan Tim SAR Gabungan. Kapal patroli KN.P 331 milik PLP Bitung meluncur cepat ke lokasi. Sejumlah unit penyelamat lain ikut dikerahkan: KN Bima Sena (Basarnas), KN Gajah Laut (Bakamla), KM Barcelona III dan KM Venetian (PT SPI), serta KM Chantika 9F dari PT Pelayaran Darma Indah.
“Proses evakuasi dilakukan dalam kondisi cuaca laut yang menantang. Tapi tim kami langsung bergerak cepat dan terkoordinasi,” terang Masyhud.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado turut bahu membahu dengan berbagai pihak. Sebuah posko darurat didirikan untuk mengoordinasikan evakuasi dan pemantauan kondisi korban.
Yang melegakan, seluruh penumpang berhasil ditemukan—meski tidak semuanya dalam kondisi selamat. Kemenhub belum mengumumkan jumlah pasti korban jiwa, namun memastikan seluruh manifest telah diverifikasi.
“Jenazah korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi. Penumpang selamat dievakuasi ke Manado dan tengah menjalani pemulihan, termasuk trauma healing bila diperlukan,” imbuh Masyhud.
Baca Juga: Panik di Tengah Laut! KM Gregorius Barcelona V.A Dilalap Api, Teriakan Minta Tolong Viral
Sementara itu, kapal KM Barcelona VA masih mengapung di laut dan berada dalam pengawasan ketat tim patroli PLP Bitung. Api kini telah dipadamkan melalui operasi gabungan pemadaman dan pendinginan yang berlangsung sepanjang malam.
Kemenhub menegaskan akan terus memantau kondisi kapal dan menjamin keselamatan pelayaran di kawasan Sulawesi Utara pasca-insiden ini. (*/Tim)













