EKSPOSTIMES.COM – Satu tahun kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Mu’ti menandai babak baru dalam transformasi pendidikan nasional. Melalui visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Kemendikdasmen berhasil menunjukkan capaian konkret yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pemerataan akses, peningkatan kualitas guru, dan digitalisasi pembelajaran.
Capaian tersebut dipaparkan dalam Taklimat Media Setahun Pendidikan Bermutu untuk Semua, yang digelar di Jakarta, Selasa (22/10), sebagai bentuk akuntabilitas publik atas kinerja kementerian. Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tahun pertama merupakan fase krusial untuk menerjemahkan arah kebijakan Presiden menjadi langkah nyata di lapangan.
“Kami baru memulai pelaksanaan kebijakan Bapak Presiden di tahun pertama ini, dan Alhamdulillah capaian yang telah dilakukan sudah sesuai dengan arah kebijakan nasional pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Abdul Mu’ti.
Sepanjang tahun pertama, Kemendikdasmen merevitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan dengan anggaran Rp16,9 triliun, yang turut menyerap 400 ribu tenaga kerja lokal. Program ini tidak hanya memperkuat sarana-prasarana belajar, tetapi juga menggeliatkan ekonomi daerah.
Di bidang transformasi digital, kementerian telah mendistribusikan 64.072 perangkat interaktif dan memperkuat platform Rumah Pendidikan sebagai pusat sumber belajar kolaboratif. Sementara di bidang kesejahteraan guru, sebanyak 395.967 guru non-ASN telah menerima tunjangan senilai Rp6,56 triliun, disertai peningkatan tunjangan profesi dan insentif honorer mulai 2026.
Kemendikdasmen juga memperluas program beasiswa RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) untuk 12.500 guru, yang akan menjangkau 150.000 guru tahun depan. Di sisi tata kelola, kebijakan guru paruh waktu diposisikan sebagai transisi menuju sistem ASN penuh pada 2026, sejalan dengan amanat UU ASN.
Untuk penguatan karakter, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) diterapkan di 86% sekolah, melibatkan 7,4 juta siswa secara serentak dan mencetak Rekor MURI. Pemerataan akses juga diperluas lewat Program Indonesia Pintar (PIP) yang menjangkau 10,98 juta siswa dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) bagi 4.616 pelajar dari Papua, daerah 3T, serta anak pekerja migran.
Kementerian juga menyiapkan kebijakan Bahasa Inggris di SD mulai tahun ajaran 2027–2028, dengan pelatihan guru bersama British Council dan Institut Swedia. Selain itu, Bahasa Indonesia kini diajarkan di 57 negara, termasuk di Universitas Al-Azhar Kairo, memperkuat diplomasi budaya bangsa.
Menutup paparannya, Abdul Mu’ti menegaskan komitmen melanjutkan Wajib Belajar 13 Tahun dan memperluas digitalisasi pendidikan.
“Tidak boleh ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal, di mana pun mereka berada,” tegasnya.
Capaian ini mengukuhkan Kemendikdasmen sebagai kementerian dengan kinerja terbaik Kabinet Prabowo–Gibran, dan menjadi bukti nyata arah baru pendidikan nasional yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada hasil nyata. (Lian)













