EKSPOSTIMES.COM- Bagian pertama dari Alkitab ini membawa kita kembali ke awal segala sesuatu. Sebelum dunia berbentuk dan berisi, Allah sudah ada.
Dia adalah Pencipta yang berdaulat, yang menciptakan langit dan bumi dari kehampaan.
Allah adalah Sumber Segala Sesuatu. kita melihat bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi. Ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang ada berasal dari Allah.
Hidup kita pun ada karena kasih dan kehendak-Nya. Kasih Allah dalam kehidupan orang percaya kekal untuk selama-lamanya.
Sebelum Allah menciptakan terang, bumi belum berbentuk dan kosong. Dalam menjalani hidup, kadang kala kita juga mengalami masa-masa yang terasa kosong dan gelap, masa ketidakpastian, kesedihan, atau kesulitan.
Namun, seperti Roh Allah melayang-layang di atas samudera, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Dia hadir dan siap menciptakan sesuatu yang indah dalam hidup kita.
Jika berada dalam kekosongan, kita jangan lari menjauh dari Allah. Tetapi marilah kita mendekat dan mencari kebenaran Firman Allah
Firman Allah akan membawa kita kepada terang. Allah hanya berkata, “Jadilah terang,” dan terang itu jadi. Firman Tuhan berkuasa untuk mengubah keadaan. Apapun keadaanmu tetap berpegang pada Firman Tuhan.
Dalam kegelapan hidup, kita membutuhkan terang dari Firman-Nya untuk menuntun kita. Yesus, Sang Firman yang hidup, juga berkata dalam Yohanes 8:12, “Akulah terang dunia.” Ketika kita berjalan dalam terang Kristus, kita tidak akan tersesat.
Allah memisahkan terang dari gelap, menamai terang itu siang dan gelap itu malam. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah Tuhan yang mengatur segala sesuatu dengan tertib. Dalam kehidupan rohani, kita juga harus hidup dalam terang dan meninggalkan kegelapan dosa.
Kejadian 1:1-5 mengajarkan bahwa Allah adalah pencipta yang berdaulat, yang bekerja di tengah kekosongan dan kegelapan, serta membawa terang melalui firman-Nya.
Jika hari ini kita merasa berada dalam kegelapan, percayalah bahwa Allah dapat menciptakan sesuatu yang indah dan membawa terang ke dalam hidup kita.
Perbiasakan diri kita membaca kebenaran Firman Allah siang dan malam agar firman itu nanti yang akan menuntun kita pada terang kasih Yesus. (*)










