“Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.”
[Filipi 1:5 ]
EKSPOSTIMES.COM – Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus menunjukkan gambaran yang berbeda mengenai persekutuan. Ia memulai suratnya dengan berterima kasih pada jemaat Filipi untuk “persekutuan mereka dalam Berita Injil” (Filipi 1:5).
Jemaat Filipi adalah jemaat pertama yang Paulus bentuk di Eropa. Jemaat tersebut terdiri dari seorang pedagang bernama Lydia dan seisi rumahnya, seorang kepala penjara dan keluarganya, dan orang-orang lain yang menjadi percaya semenjak terbentuknya jemaat itu (Kisah Para Rasul 16).
Ketika Paulus banyak menulis surat untuk mengoreksi atau menegur permasalahan di jemaat mula-mula, suratnya untuk jemaat Filipi terlihat berbeda sebagai surat yang berisi ucapan syukur dan sukacita.
Jemaat Filipi tidaklah sempurna. Tidak ada gereja yang sempurna. Namun apa yang membedakan jemaat Filipi dari yang lainnya adalah fokus mereka yang tajam: mereka berkomitmen untuk melakukan tujuan bersama mereka—menyebarkan Kabar Baik tentang Kristus.
Dengan membantu Paulus secara finansial dan bekerja dengannya, jemaat Filipi tidak hanya sedang menyebarkan Injil, tetapi mereka juga sedang menghidupi Injil itu di dalam komunitasnya.
Ketika Paulus mengucap syukur pada Tuhan untuk persekutuannya dengan orang-orang percaya di Filipi, ia tidak hanya membayangkan obrolan santai setelah makan atau permainan yang menyenangkan.
Paulus mengucap syukur karena jemaat Filipi bekerja bersamanya dalam menyebarkan Injil pada orang-orang bukan Yahudi, menolong orang-orang yang membutuhkan, dan memperhatikan kebutuhan orang lain meskipun mereka sendiri sedang menderita.
Kita dipersatukan oleh Allah untuk suatu tujuan mulia. Maka mari kita bersama-sama memenuhi tujuan itu, yang adalah menyebarkan Kabar Baik-Nya pada dunia. (*/Rizky)










