Renungan

Renungan Harian, Damai Yang Sesungguhnya

×

Renungan Harian, Damai Yang Sesungguhnya

Sebarkan artikel ini

Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.[Yesaya 26:3]

EKSPOSTIMES.COM – Sangat sering ketika badai kehidupan bertiup kencang kita jadi kehilangan pegangan. Tapi sering suga kita berusaha dengan jalan kita sendiri. Sesungguhnya firman Allah telah memberi petunjuk kepada kita. Dalam Yesaya 26:3 dikatakan “Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya”.

Damai menurut iman Kristen bukan berarti saat keadaan tidak kacau, tetapi damai bagi orang beriman mampu tenang meski badai kehidupan bertiup kencang.

Sahabatku, suatu kali diadakan lomba melukis dengan tema “Kedamaian Yang Sempurna”. Setelah juri melakukan seleksi, dua peserta yang masuk babak final.

Peserta pertama melukis pemandangan sebuah danau yang tenang dan dikelilingi perbukitan hijau yang indah. Sedangkan peserta kedua menampilkan sebuah lukisan air terjun yang bergemuruh dengan sebatang pohon didekatnya.

Ranting pohon itu meliuk-liuk terkena percikan air terjun dan pada salah satu ranting yang basah, seekor burung kecil dengan tenangnya berdiam dalam sarangnya.

Ternyata lukisan kedua inilah yang dinyatakan sebagai pemenang. Alasannya lukisan tersebut menunjukan secara sederhana bahwa kedamaian dapat terjadi di tengah-tengah kehidupan yang penuh gejolak.

Memang adalah mudah untuk tetap tinggal tentram bila segala sesuatu tenang dan damai. Tetapi sesungguhnya, perasaan tentram ditengah amukan badai itulah yang dapat disebut sebagai kedamaian yang sempurna.

Sahabatku, hidup di zaman yang semakin keras dan penuh persaingan seperti sekarang ini, tentu bukan hal yang mudah. Segalanya semakin mencemaskan dan mengancam.

Namun begitu, kita tidak perlu terkejut sebab orang Kristen memang diutus untuk menjadi saksi bahwa di dalam Tuhan gejolak zaman tidak perlu di takuti.

Seperti seekor burung kecil dalam sarang yang tidak pernah terusik oleh gemuruh dan hantaman air dan angin yang memadai. Yang penting kita tetap berpegang teguh pada Tuhan yang memelihara kehidupan.

Israel pun ketika hidup mereka terancam mereka langsung berdiam di Kota yang kuat di mana Tuhan menjadi penjaga kota mereka. (Rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d