EKSPOSTIMES.COM – Rekor impresif 22 pertandingan tak terkalahkan Bayer Leverkusen di Bundesliga akhirnya terhenti secara mengejutkan setelah mereka kalah 0-2 dari Werder Bremen di BayArena.
Pertandingan dimulai dengan kejutan bagi tuan rumah ketika Romano Schmid mencetak gol pada menit ke-7. Memanfaatkan kesalahan Mario Hermoso, gelandang asal Austria itu melepaskan tembakan dari jarak dekat yang tak mampu dihentikan Lukáš Hrádecký.
Leverkusen mendominasi penguasaan bola tetapi kesulitan menembus pertahanan kokoh Bremen. Patrik Schick hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-28, namun tembakannya melebar.
Sementara itu, tendangan bebas Aleix García di akhir babak pertama hanya membentur mistar gawang, membuat Leverkusen frustrasi saat turun minum.
Di babak kedua, pelatih Xabi Alonso mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Florian Wirtz. Namun, bintang muda tersebut hanya bertahan 14 menit di lapangan setelah menerima tekel keras dari Mitchell Weiser, yang berujung kartu kuning. Cedera ini menjadi pukulan besar bagi Leverkusen.
Leverkusen terus menekan, tetapi pertahanan Bremen tetap kokoh. Michael Zetterer, kiper Bremen, menjadi pahlawan dengan melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas dari Exequiel Palacios (72′) dan Jeremie Frimpong (81′).
Bremen memastikan kemenangan melalui Justin Njinmah di menit ke-90+3. Pemain pengganti ini memanfaatkan serangan balik cepat dan menaklukkan Hrádecký untuk memastikan skor 2-0.
Leverkusen yang menguasai 68% penguasaan bola, menciptakan 15 tembakan, dan mendapat 10 tendangan sudut, akhirnya harus mengakui kekalahan mereka. Sementara itu, Bremen menunjukkan bahwa efektivitas dalam bertahan dan serangan balik bisa menjadi kunci menghadapi tim kuat seperti Leverkusen.
Kiper Bremen, Michael Zetterer, tampil luar biasa dengan serangkaian penyelamatan yang menggagalkan upaya Leverkusen mencetak gol. Performa impresifnya menjadi faktor utama di balik kemenangan Bremen yang mengejutkan ini.
Kekalahan ini menjadi peringatan bagi Leverkusen menjelang laga penting mereka di Liga Champions UEFA melawan Bayern Munich. Sementara itu, Bremen bisa menjadikan hasil ini sebagai momentum untuk bangkit setelah performa buruk mereka di pertandingan sebelumnya. (*/Rizky)













