Peristiwa

Prof. Suhandi: Indonesia Sudah 80 Tahun Merdeka, Tapi Keadilan dan Toleransi Masih Jalan di Tempat

×

Prof. Suhandi: Indonesia Sudah 80 Tahun Merdeka, Tapi Keadilan dan Toleransi Masih Jalan di Tempat

Sebarkan artikel ini
Prof. Suhandi menyoroti ketimpangan keadilan dan intoleransi di Indonesia, meski sudah 80 tahun merdeka.
Prof. Dr. Suhandi Cahaya, SH, MH, MBA Ahli hukum pidana (foto : lian)

EKSPOSTAME.COM- Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia yang mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” dinilai masih jauh panggang dari api. Praktisi hukum senior, Prof. Dr. Suhandi Cahaya, SH, MH, MBA, menilai bahwa setelah delapan dekade merdeka, bangsa Indonesia justru masih berkutat dengan problem mendasar, yakni keadilan, kesejahteraan, keamanan, dan intoleransi.

“Sudah 80 tahun merdeka, tapi rasa-rasanya keadilan, kesejahteraan, dan keamanan belum benar-benar tercapai. Bahkan intoleransi semakin parah,” tegas Prof. Suhandi dalam keterangannya, Senin (18/8/2025).

Menurut Suhandi, fenomena intoleransi semakin mengkhawatirkan. Ia menyoroti peristiwa perusakan rumah ibadah di Sukabumi dan Padang yang menambah deretan panjang kasus serupa di Indonesia.

“Pertanyaannya, apakah ini bangsa yang berdiri di atas Pancasila? Intoleransi terlalu dibesar-besarkan dan dibiarkan. Aparat penegak hukum pun sering abai,” katanya.

Ia bahkan mengungkap pengalaman pribadi ketika gereja tempatnya beribadah di Bekasi dihancurkan hingga rata dengan tanah. Kasus-kasus intoleransi, kata Suhandi, kerap berhenti di meja penyidik dan hanya berakhir dengan mediasi, tanpa hukuman tegas bagi pelaku.

“Kalau mau hukum itu tegak, jangan ada damai. Harus dihukum seberat-beratnya sesuai UU Anti Diskriminasi. Nyatanya, hukum di Indonesia tidak pernah tegak,” ujarnya miris.

Baca Juga: Royalti Musik Bikin Pelaku Usaha Gerah, Prof. Suhandi: Lebih Baik Putar Lagu Barat!

Suhandi menilai akar masalah intoleransi dan lemahnya penegakan hukum terletak pada pendidikan dan moral bangsa. Rendahnya kualitas pendidikan membuat masyarakat mudah terprovokasi, sementara moral yang rapuh memelihara kebencian dan diskriminasi.

“Bangsa ini sudah 80 tahun merdeka, tapi pola pikir masih seperti anak kecil. Kalau pendidikan dan moral tidak dibenahi, intoleransi akan terus ada,” katanya.

Sebagai akademisi dan advokat berusia 72 tahun, Suhandi mengaku pesimis intoleransi akan hilang dari bumi Indonesia. Bahkan, dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Indonesia dinilainya tertinggal jauh dalam hal penegakan hukum dan penghargaan terhadap keberagaman.

“Bangsa ini sudah tua usianya, tapi perilakunya masih kekanak-kanakan. Presiden Prabowo ke depan punya tugas berat, bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun moral, etika, dan hukum yang adil,” pungkasnya. (lian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d