EKSPOSTIMES.COM- Singapura digegerkan oleh aksi seorang wanita asal Vietnam yang melakukan tindakan tidak senonoh di tempat umum demi memenuhi tantangan pemirsanya dalam siaran langsung TikTok. Dalam kejadian yang berlangsung di dek kosong Housing Board Blok 266 Boon Lay Drive pada 27 September 2024, wanita bernama Nguyen Thi Ngoc Lan (31) ini bahkan didampingi suaminya, Adrian Ching Kah Siang (36), yang bertugas sebagai pengawas agar aksinya tak diganggu.
Lan, yang masuk ke Singapura dengan izin kunjungan sosial yang sudah kedaluwarsa, rutin melakukan live streaming di TikTok serta aplikasi Vietnam MMlive. Pada siaran tanggal 27 September, dari pukul 11.30 hingga 14.30, ia mengenakan gaun tembus pandang yang memperlihatkan hampir seluruh tubuhnya, berpose dan menari di depan kamera ponselnya.
Sekitar pukul 1.30 siang, aksi Lan semakin berani setelah menerima tantangan dari penontonnya untuk melakukan tindakan seks di ruang terbuka. Sebagai imbalannya, ia menerima hadiah virtual yang bisa ditukar dengan uang.
Seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi melihat kejadian tersebut dan segera memberi tahu istrinya. Keduanya lalu naik ke lantai dua blok untuk memastikan kejadian itu dan merekam bukti video sebelum melapor ke polisi.
Saat tiba di lokasi, mereka mendapati Lan telah berganti pakaian dengan kimono pendek yang hampir tidak menutupi tubuhnya. Tak lama setelah itu, ia mulai melakukan tindakan seksual yang akhirnya memicu kedatangan polisi dan penangkapan di tempat.
Dalam interogasi awal, Lan mencoba mengelak dengan mengatakan bahwa ia hanya “menari dengan cara seksi” dan tidak sepenuhnya telanjang. Namun, setelah ditunjukkan rekaman video oleh polisi, ia akhirnya mengakui perbuatannya.
Suaminya, Ching, juga berusaha membela diri dengan mengatakan bahwa mereka “berpakaian lengkap” dan aksi istrinya tidak bisa dianggap sebagai tindakan cabul.
Namun, Jaksa Penuntut Umum Esther Lim menegaskan bahwa perbuatan Lan sangat terbuka dan dapat disaksikan oleh banyak orang, termasuk anak-anak yang sedang dalam perjalanan pulang sekolah. “Setiap orang yang lewat terpaksa melihat tindakan cabul tersebut,” tegasnya.
Pada persidangan 20 Februari 2025, pasangan ini dijatuhi hukuman tiga minggu penjara. Berdiri berdampingan di kursi terdakwa, mereka memohon keringanan hukuman dan menyampaikan penyesalan.
“Dari lubuk hati saya, saya dengan tulus meminta maaf kepada pengadilan dan masyarakat Singapura,” ujar Ching, mengakui bahwa pemberitaan luas tentang kasusnya telah berdampak pada keluarganya dan kariernya.
Lan, berbicara melalui penerjemah, juga menyatakan bahwa ia terpaksa melakukan hal tersebut karena kesulitan keuangan dan harus menghidupi putrinya yang berusia 13 tahun di Vietnam.
Saat ini, ia masih berada di Singapura dengan izin khusus untuk menyelesaikan penyelidikan lebih lanjut atas kasusnya. (*/Tim)








