EKSPOSTIMES.COM- Suasana jalanan Tondano mendadak berubah, Senin pagi (14/7/2025). Bukan karena macet, tapi karena kehadiran aparat lalu lintas berseragam lengkap yang turun langsung menertibkan pengguna jalan. Operasi Patuh Samrat 2025 resmi digelar, dan hasilnya langsung terasa: 26 pelanggar diciduk hanya dalam waktu sehari.
Dari jumlah tersebut, 14 pelanggar merupakan pengendara motor, sebagian besar tak memakai helm standar. Sementara 12 lainnya adalah pengemudi mobil yang abai terhadap sabuk pengaman dan marka jalan. Pelanggaran-pelanggaran klasik tapi mematikan.
Baca Juga: Rotasi Pejabat di Polres Tomohon, Kapolres Tegaskan Tanggung Jawab Amanah Baru
Namun, ada yang berbeda dari operasi kali ini. Satlantas Polres Minahasa di bawah pimpinan AKP Sumiaty Pontoan tidak hanya menindak, tapi juga mengutamakan edukasi humanis. Polisi menyapa dengan senyum, memberikan selebaran, hingga mengingatkan lewat pengeras suara.
“Patuh bukan karena takut, tapi karena sadar akan nyawa. Kami tidak ingin masyarakat hanya takut ditilang. Kami ingin mereka sadar, bahwa setiap pelanggaran bisa mengorbankan nyawa,” tegas AKP Sumiaty saat dikonfirmasi eksklusif oleh EksposTimes.com.
Operasi digelar di sejumlah titik rawan pelanggaran seputar Tondano, dan akan berlangsung hingga 27 Juli 2025. Targetnya bukan sekadar angka tilang, tapi budaya disiplin berlalu lintas yang benar-benar hidup di tengah masyarakat.
Baca Juga: Polres Minahasa Tertibkan Lokasi Judi Sabung Ayam Beromzet Puluhan Juta di Kayuuwi
Dengan pendekatan persuasif dan aksi nyata di lapangan, polisi berharap angka kecelakaan yang sempat melonjak di wilayah Minahasa bisa ditekan.
“Jangan tunggu korban baru bertindak. Tertib sekarang, selamat kemudian,” pesan AKP Sumiaty mengakhiri.
Operasi ini bukan sekadar formalitas, tapi momen membangun kesadaran kolektif. Dan bagi mereka yang masih nekat melanggar, aparat mengingatkan: keselamatan bukan bahan tawar-menawar. (riz)













