EKSPOSTIMES.COM- Di tengah gegap gempita stadion Sports Illustrated, New York Red Bulls sempat bermimpi indah. Mereka unggul lebih dulu, memancing harapan publik tuan rumah bahwa Lionel Messi dan kolega bakal tunduk. Tapi harapan itu hanya sekejap karena Inter Miami kemudian berubah menjadi badai, dan Messi menjadi pusat amukannya.
Tertinggal lebih dulu lewat sundulan Alexander Hack di menit ke-15, Inter Miami justru bangkit dengan keganasan yang menakutkan. Seolah kesal dibangunkan dari tidur, Lionel Messi mengirim teror bukan hanya dengan dua golnya, tapi dengan kehadiran yang mengubah segalanya. Skor akhir 1-5 untuk Inter Miami.
Kebangkitan itu diawali dari Messi sendiri. Di menit ke-24, sang GOAT mengirim umpan terobosan mematikan kepada sahabat lamanya, Jordi Alba, yang menyelesaikan dengan sepakan kaki kiri tajam ke sudut gawang. Skor pun imbang. Tapi Inter Miami belum puas.
Tiga menit berselang, giliran Alba mengirim umpan silang ke kotak penalti yang disambut sontekan ringan Telasco Segovia, mengubah skor jadi 2-1. Serangan demi serangan dilancarkan dengan intensitas tinggi, membuat lini belakang Red Bulls porak poranda.
Menjelang babak pertama usai, Segovia mencetak gol keduanya dalam kemelut di mulut gawang. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 3-1.
Tepat di menit ke-60, Busquets mengirim bola panjang ke depan. Messi menunggu di antara dua bek, mengontrol, mengecoh kiper Carlos Coronel, dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Gelandang jenius yang menjadi arsitek, penyerang legendaris yang menjadi algojo.
Lima belas menit kemudian, Messi kembali menunjukkan magisnya. Kali ini menerima umpan silang dari Luis Suarez, mengontrol dengan dada di tiang jauh, lalu melepaskan tendangan kaki kiri keras ke pojok atas. Sebuah gol khas Messi yang anggun, dingin, dan mematikan.
Inter Miami menutup laga dengan skor telak 5-1. Sebuah pesta di markas lawan, sebuah pesan keras untuk seluruh MLS, Messi belum habis, dan Inter Miami sedang membangun dinasti.
Kemenangan ini mengantar Inter Miami ke peringkat enam klasemen sementara MLS dengan 41 poin dari 21 laga. Mereka masih tertinggal delapan poin dari pemuncak Philadelphia Union, namun punya tiga laga lebih sedikit. Dengan Messi, Suarez, Alba, dan Busquets bermain seperti ini, perburuan gelar belum usai justru baru dimulai. (det/red)









