EKSPOSTIMES.COM- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan pentingnya menjaga budaya sopan santun dalam kehidupan demokrasi. Ia mengingatkan agar kebebasan berpendapat tidak disalahgunakan untuk menyerang tanpa dasar yang jelas.
“Saya titip satu hal, setelah Ramadhan ini, mari kita tetap menjaga kesantunan dan keramahan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia,” ujar Luhut setelah mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Solo, Jawa Tengah.
Luhut juga menegaskan bahwa kritik terhadap kepemimpinan Jokowi harus didasarkan pada fakta, bukan asumsi negatif.
“Jangan berburuk sangka. Saya adalah saksi hidup yang bekerja sebagai pembantu Pak Jokowi selama sepuluh tahun,” tegasnya.
Menurutnya, selama menjabat sebagai Presiden, Jokowi tidak pernah melakukan pelanggaran konstitusi. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersikap objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh opini tanpa dasar.
Lebih lanjut, Luhut meminta masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto agar dapat bekerja maksimal demi kesejahteraan rakyat.
Baca Juga: Luhut: BBM Satu Harga Bisa Terwujud 2027, Subsidi Akan Langsung ke Masyarakat
“Saya harus bicara tegas, karena banyak yang sudah keluar dari koridor. Pengamat tanpa data yang jelas justru memperkeruh keadaan. Kita beri kesempatan Pak Prabowo untuk memimpin dengan baik,” ungkapnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya persatuan dalam mendukung program-program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sebelumnya sempat dikritik namun kini telah berjalan dengan baik.
“Kita harus kompak. Presiden Prabowo mendengarkan masyarakat, dan program MBG kini sudah berjalan. Jadi mari kita dukung bersama,” pungkas Luhut.
Pernyataan ini menjadi seruan kuat bagi masyarakat untuk mengedepankan etika dalam berdemokrasi serta berperan aktif dalam membangun bangsa secara konstruktif. (tim)













