EKSPOSTIMES.COM – Liverpool hanya tinggal selangkah lagi dari gelar Liga Primer Inggris usai gol telat Trent Alexander-Arnold memastikan kemenangan 1-0 atas Leicester City di Stadion King Power, Minggu (20/4). Kemenangan ini sekaligus memastikan The Foxes terdegradasi ke Championship, menandai akhir dari musim penuh kekecewaan.
Alexander-Arnold, yang belum memperpanjang kontraknya di Anfield dan dikaitkan dengan kepindahan ke Real Madrid, mencetak gol krusial 14 menit sebelum laga usai. Ia memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah peluang Mohamed Salah dan Diogo Jota hanya membentur tiang gawang. Tembakan kaki kirinya tak mampu dihalau kiper Mads Hermansen, menghidupkan euforia di kubu The Reds.
Selebrasinya pun tak kalah dramatis. Pemain berusia 26 tahun itu merobek kausnya dan menggantungkannya di bendera sudut sambil merayakan di hadapan ribuan suporter Liverpool yang memadati salah satu sisi stadion.
Dengan kemenangan ini, Liverpool kini hanya berjarak tiga poin dari gelar juara. Mereka berpeluang merayakannya di Anfield akhir pekan depan saat menjamu Tottenham Hotspur atau lebih cepat jika Arsenal terpeleset saat melawan Crystal Palace pada Rabu mendatang.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Salah hampir membuka keunggulan di detik-detik awal, namun tembakannya membentur kedua tiang gawang. Di sisi lain, Wilfred Ndidi juga nyaris memecah kebuntuan Leicester dengan tendangan yang mengenai tiang pada menit-menit awal.
Namun Leicester kembali membuktikan mengapa mereka menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Primer yang gagal mencetak gol dalam sembilan laga kandang berturut-turut. Terakhir kali mereka mencetak gol di kandang adalah lebih dari empat bulan lalu, saat melawan Brighton pada 8 Desember.
Di tengah tekanan degradasi, kekacauan pun melanda Leicester di luar lapangan. Sebuah pesawat ringan terbang di atas stadion membawa spanduk bertuliskan “King Power Clueless Sack The Board”, mencerminkan kemarahan suporter terhadap manajemen klub.
Baca Juga: Liga Primer Inggris: Arsenal Bungkam Ipswich 4-0, Gagalkan Peluang Liverpool Kunci Gelar Lebih Awal
Situasi makin suram bagi manajer Ruud van Nistelrooy. Hanya meraih delapan poin dari 20 laga sejak mengambil alih dari Steve Cooper pada November, masa depan pelatih asal Belanda itu diragukan menyusul degradasi ini.
Bagi Liverpool, meski penampilan mereka tidak spektakuler, kemenangan ini mencerminkan karakter calon juara dominasi, ketangguhan, dan penyelesaian di saat krusial.
Dan di tengah spekulasi masa depannya, Alexander-Arnold membuktikan satu hal: cintanya pada klub tetap membara. Para pendukung menyambutnya sebagai “Scouser di tim kami”, dan terlepas dari kemana langkahnya selanjutnya, momen ini telah mencetak namanya di salah satu babak penting menuju gelar Liverpool.
(*/rud)













