EKSPOSTIMES.COM- Kapolsek Kakas Ipda Fegy K. Lumantouw, SH hadir dalam kegiatan sosialisasi pembangunan jaringan irigasi air tanah yang digelar di Desa Touliang, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa. Kegiatan ini merupakan langkah awal pelaksanaan proyek strategis dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi Utara, guna mendukung ketahanan air dan pertumbuhan sektor pertanian di wilayah Kakas dan sekitarnya.
Sosialisasi yang berlangsung, Kamis (8/5), pukul 15.30 Wita ini bertujuan memberikan edukasi teknis kepada pemerintah desa dan masyarakat terkait rencana pekerjaan pemboran dan pengembangan sistem irigasi berbasis air tanah. Proyek ini diyakini akan menjadi solusi jangka panjang menghadapi musim kemarau dan meningkatkan hasil pertanian masyarakat.
Dalam pemaparan teknis, Dessy Enggela Rares, ST, selaku pejabat pembuat komitmen dari Balai Wilayah Sungai Sulut, menjelaskan bahwa proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Hadir dalam kegiatan penting ini antara lain Perwakilan Dinas PU Minahasa Rifai Mamonto, Camat Kakas Barat Jeane Sumendap, SP, Camat Kakas Rita Maindoka, Kapolsek Langowan Iptu Edi Asri, Kapolsek Tompaso Ipda Rinto Langi, Para Hukum Tua dari Desa Touliang, Totolan, Kalawiran, Tountimomor, Wasian, dan Pahaleten, Tokoh masyarakat serta puluhan warga Desa Touliang yang menyambut antusias kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan dengan doa, penyampaian materi sosialisasi, sesi tanya jawab, penandatanganan berita acara, serta ucapan apresiasi dari Hukum Tua Touliang, Hartje Tangkulung. Acara berlangsung hingga pukul 17.30 Wita dalam suasana tertib, aman, dan penuh kekeluargaan.
Kapolsek Kakas Ipda Fegy Lumantouw dalam pernyataannya menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek.
“Kami dari pihak kepolisian siap mendampingi dan memastikan keamanan selama proses pembangunan berlangsung. Proyek ini sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui pembangunan jaringan irigasi ini, diharapkan Desa Touliang dan wilayah Kakas dapat menjadi contoh wilayah tangguh air serta mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian secara berkelanjutan. (tim)













