EKSPOSTIMES.COM- Pasar Karombasan, Manado, kembali menjadi barometer fluktuasi harga pangan di Sulawesi Utara. Rabu (26/11/2025), harga daging sapi terpantau naik dan menjadi sorotan utama pedagang serta pembeli.
Di lapangan, daging sapi dijual Rp130.000 per kilogram, lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya. Sementara daging ayam ras bertahan di harga Rp40.000 per kilogram untuk ukuran besar maupun kecil.
Kenaikan harga ini membuat sebagian konsumen menahan belanja, meski komoditas lain terpantau relatif stabil. Beras, salah satu kebutuhan pokok yang kerap memicu inflasi, masih berada dalam rentang harga normal. Beras medium SPHP tetap dijual pada harga eceran tertinggi Rp62.500.
Beras premium seperti Superwin, Temo, dan Membramo dipatok Rp16.000 per kilogram, sedangkan Varian Pandan Wangi menyentuh Rp16.500. Untuk kemasan 5 kilogram, beras Merpati berada di angka Rp78.000.
Di lapak daging, selain sapi dan ayam, daging babi tersedia pada harga Rp90.000 per kilogram. Harga telur ayam ras juga belum bergerak: ukuran kecil Rp55.000 per baki, campur Rp60.000, dan super Rp65.000.
Komoditas bumbu dapur menunjukkan dinamika kecil. Bawang merah Bima dijual Rp48.000 per kilogram, lebih tinggi dibanding bawang merah Magelang yang berada di Rp36.000. Bawang putih stabil di Rp35.000.
Cabai merah keriting turun tipis menjadi Rp28.000 per kilogram, sementara cabai rawit bervariasi, asal Gorontalo Rp36.000 dan Kotamobagu Rp32.000. Tomat bertahan di kisaran Rp4.000-Rp8.000 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga eceran masih terjaga. Minyak curah dijual Rp20.000 per kilogram, Minyak Kita Rp17.000 per liter, dan Minyak Rizki Rp18.000 per liter.
Kenaikan harga daging sapi ini diperkirakan dipengaruhi pasokan yang menurun dari daerah penyuplai. Sementara itu, pedagang memprediksi harga dapat kembali berfluktuasi menjelang akhir pekan. Pemerintah daerah diminta tetap memantau pergerakan harga guna mengantisipasi gejolak di pasar tradisional. (tim)








